Berita

Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto makan malam/Ist

Politik

Kemesraan Jokowi dan Prabowo Kini Sudah Retak

SELASA, 27 AGUSTUS 2024 | 21:34 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Hubungan Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto yang sebelumnya cukup harmonis kini disinyalir mulai merenggang.

Indikasi keretakan hubungan ini terlihat dalam narasi politik yang dibangun Prabowo maupun Jokowi di kesempatan terpisah.

Sebut saja saat Joko Widodo berpidato dalam acara pembukaan Kongres Nasdem hari ini. Dalam pidatonya, Jokowi merasa sudah ditinggal kawan koalisi, tinggal Nasdem dan Surya Paloh yang masih setia.


Pada pidato ini, Jokowi tidak menyinggung sedikitpun nama Prabowo yang juga Ketua Umum Gerindra. 

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus), Gde Siriana Yusuf, pernyataan Jokowi ini menjadi balasan menohok kepada Prabowo Subianto yang sebelumnya menyinggung soal ada pihak yang sedang haus kekuasaan.

Meski tidak menyebutkan nama, narasi ini cukup kuat ditujukan kepada Jokowi.

"Mereka saling berbalas tanpa menyebutkan nama. Ini kritik ala Jawa, substansinya tajam dan menohok," tegas Gde Siriana kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (27/8).

Menurut Gde, keretakan hubungan Jokowi dan Prabowo tidak lepas dari peta politik di Pilkada 2024 yang berubah drastis setelah putusan MK soal syarat usia calon kepala daerah minimal 30 tahun saat pendaftaran.

Putusan MK ini menjegal putra Jokowi, Kaesang Pangarep untuk bisa bertarung di Pilgub 2024. Ditambah, Gerindra yang sebelumnya mendorong Kaesang ikut Pilkada justru membuang sang putra mahkota dengan mengusung calon lain, baik di Pilkada Jakarta maupun Pilkada Jateng.

"Intinya, relasi antara Jokowi dan Prabowo sudah tidak seperti waktu di Pilpres 2024. Kaesang batal jadi cagub maupun cawagub. Rasa kecewa inilah yang dirasakan Jokowi," tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya