Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Perketat Kebijakan Fiskal, Korea Selatan Siapkan Anggaran Belanja Negara Rp7.882 T di 2025

SELASA, 27 AGUSTUS 2024 | 15:19 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah Korea Selatan berencana meningkatkan anggaran belanja menjadi 677,4 triliun Won (Rp7.882 triliun) pada 2025, naik 3,2 persen dari tahun 2024.

Seperti dikutip Reuters, Selasa (27/8), Kementerian Keuangan Seoul mengatakan kenaikan ini lebih kecil dari proyeksi awal sebesar 4,2 persen untuk anggaran 2025, yang disebut sebagai upaya memperketat disiplin fiskal.

"Pemerintah akan melanjutkan upaya untuk meningkatkan keberlanjutan fiskal guna meringankan beban generasi mendatang dan mempersiapkan pengeluaran jangka menengah dan panjang yang diharapkan dari populasi yang menua dan pertumbuhan ekonomi yang melambat," kata kementerian tersebut.


Dalam anggaran 2025, pengeluaran untuk kesejahteraan sosial dirancang meningkat 4,8 persen menjadi 249 triliun Won, sementara anggaran pertahanan naik 3,6 persen menjadi 61,6 triliun Won, dan dana penelitian melonjak 11,8 persen menjadi 29,7 triliun Won. 

Pemerintah juga berencana menambah 252.000 unit perumahan umum, menyediakan pinjaman murah sebesar 4,3 triliun Won untuk investasi di industri semikonduktor, serta meningkatkan dukungan untuk program persalinan.

"Defisit fiskal Korea Selatan akan menyempit menjadi 2,9 persen dari produk domestik bruto pada tahun 2025, dari 3,6 persen pada 2024," kata kementerian tersebut. 

Untuk membiayai defisit fiskal yang diperkirakan mencapai 86,7 triliun Won, pemerintah Korsel disebut akan menerbitkan obligasi negara senilai 201,3 triliun Won pada tahun 2025, meningkat dari 158,4 triliun Won yang direncanakan untuk tahun ini. 

Namun, rasio utang terhadap PDB diperkirakan naik menjadi 48,3 persen dari 47,4 persen.

Adapun rancangan anggaran tersebut akan segera diajukan ke majelis nasional untuk mendapatkan persetujuan lebih lanjut.

Sejak Presiden Yoon Suk Yeol menjabat pada Mei 2022, pemerintah telah memprioritaskan perbaikan posisi fiskal, meskipun menghadapi tantangan dari pemotongan pajak dan pertumbuhan ekonomi yang melambat. 

Pada tahun 2025, pendapatan pajak diperkirakan meningkat sebesar 4,1 persen, setelah sebelumnya naik 6,7 persen pada tahun 2024. Hal ini dipicu oleh peningkatan pendapatan perusahaan, meski pada tahun 2023 pendapatan pajak turun 13,1 persen.

Menurut perkiraan pemerintah, perekonomian terbesar keempat di Asia ini diprediksi tumbuh 2,6 persen tahun ini dan 2,2 persen tahun depan. 

Tahun lalu, perekonomian Korea Selatan hanya tumbuh 1,4 persen, yang merupakan laju terlemahnya dalam tiga tahun.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya