Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Bahlil Telanjangi Kepemimpinan Jokowi 'Raja Jawa'

SENIN, 26 AGUSTUS 2024 | 15:14 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia dianggap telah menelanjangi corak kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang bobrok, dengan mempersonifikasi kepala negara sekaligus kepala pemerintahan ketujuh Republik Indonesia (RI) itu dengan istilah "Raja Jawa".

Direktur Eksekutif Citra Institute, Yusak Farchan memandang, penyematan istilah "Raja Jawa" oleh Bahlil kepada Jokowi tidak disertai narasi positif, sehingga ditangkap negatif oleh publik

"Bahlil justru sedang mendeskripsikan realitas atau sisi nyata Sang Raja Jawa yang dianggapnya kuat, hegemonik dan banyak menekan elite politik," ujar Yusak kepada RMOL, Senin (26/8).


"Sayangnya, personifikasi Raja Jawa yang diungkap Bahlil lebih banyak mengungkap sisi negatif ketimbang sisi positif," sambungnya.

Dia menilai, Bahlil tak mengerti gambaran Raja Jawa yang sebenarnya dalam komunikasi politiknya menyinggung soal kekuasaan Jokowi.

Hal itu menurutnya nampak dari kata-kata "Jangan coba main-main dengan barang ini. Bisa celaka kita"  yang dilontarkannya.

"Gambaran sifat Raja Jawa yang diungkap Bahlil ini kan Raja Jawa yang bengis, harus dipatuhi dan cenderung menghalalkan segala cara saat berkuasa," tuturnya.

Oleh karena itu, personifikasi Raja Jawa yang disampaikan Bahlil untuk Jokowi tidak akan memberikan dampak positif bagi dirinya maupun Jokowi.

"Tidak ada deskripsi sifat positif sama sekali. Padahal dalam lanskap historis kekuasaan Jawa, Raja Jawa tidak selamanya identik dengan sifat-sifat buruk tersebut," ucapnya.

"Bahlil tidak sadar sedang menelanjangi perilaku buruk kekuasaan (Jokowi) itu sendiri," demikian Yusak menambahkan.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya