Berita

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama/Istimewa

Publika

Surat Terbuka untuk PDI Perjuangan

OLEH: HUSNI SUWANDHI
SENIN, 26 AGUSTUS 2024 | 12:28 WIB

MASIH segar dalam ingatan kami semuanya, ketika Ahok dikalahkan dengan politik identitas. Dalam pidato pertama Anies Baswedan setelah pelantikannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pernyataannya yang hingga saat ini tak bisa diabaikan begitu saja: “penjajahan atas pribumi” yang memecah belah bangsa. Pernyataan ini akan selalu dikenang karena telah merobek tenun kebangsaan. 

Kami juga masih ingat ketika Prabowo dijanjikan tentang arti sebuah kesetiaan. Anies berkata, bahwa dia tidak akan pernah mencalonkan dirinya selama Prabowo maju dalam kontestasi yang sama. Janji ini diucapkan dengan sangat meyakinkan. Namun kenyataannya, pada pemilu selanjutnya, janji hanyalah sebatas ucapan belaka.

Surat terbuka ini kami layangkan kepada PDI Perjuangan, sebagai partai nasionalis terbesar di Indonesia, agar tetap setia pada ideologi kebangsaannya. Dan mampu menjaga integritas partainya. Jangan sampai terulang lagi cerita yang sama. Memang tidak mudah mencari pemimpin yang setia pada nilai ideologi yang mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, namun kami yakin dan percaya PDI Perjuangan mampu memegang prinsip ini dengan teguh. 


Kami tidak pernah membenci Anies. Tetapi sejarah akan selalu dikenang sepanjang hayat dikandung badan. Kami di sini hanya ingin memastikan, reputasi dan rekam jejak seorang untuk dapat maju menjadi pemimpin, menjadi pertimbangan yang utama bagi PDI Perjuangan dalam mengusung kandidatnya. Juga  menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila dan mampu menjaga asas persatuan bangsa di atas perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan, tanpa cela dan noda. 

Kami tahu mempertahankan kesatuan Indonesia akhir-akhir ini semakin berat. Berbagai isu perbedaan yang terus diembuskan oleh berbagai kelompok, untuk kepentingan mereka. Ditambah tuduhan dan cibiran akan haus kekuasaan, membuat PDI Perjuangan semakin terjepit dan terpojokkan. 

Menang jangan asal menang, tetapi mari kita menang dengan nilai-nilai luhur dan tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan yang telah diperjuangkan Bung Karno, pendiri bangsa dan Sang Proklamator.

PDI Perjuangan, pertahankan Pancasila dan ideologimu yang sejati. Jangan pernah nilai luhur ini diperdagangkan. Kebenaran pasti akan menemukan jalannya sendiri. Kami ada di belakangmu ikut menjaga Pancasila. 

Kami diaspora Indonesia di Eropa Bersatu
Mengangkat suara kami dengan hati membiru
Berharap PDI Perjuangan mendengar kami berseru
Dalam upaya menjaga negeri jangan sampai terbelenggu

Manis manis sebuah janji
Yang diucapkan bibir dari kedalaman lubuk hati
Janji adalah sebuah integriti
Yang tetap harus ditepati

Masih di dalam pikiran kami
Akan ungkapan kata pribumi
Yang memecah belah bumi pertiwi
Janji tidak akan pernah mencalonkan diri
Setelah manis, janji terlupakan dan diingkari

PDI Perjuangan, penjaga nilai dan ideologi Pancasila, tetaplah berkobar
Menyuarakan demokrasi dan kesatuan bangsa
Agar hati kami terus terbakar
Untuk selalu setia dan mencintai Indonesia


Eropa, 25 Agustus 2024
Eropa Bersatu untuk Demokrasi Indonesia.


Penulis anggota Komunitas Eropa Bersatu untuk Demokrasi Indonesia

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya