Berita

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Presiden Joko Widodo dalam acara pembukaan Kongres ke-III Partai Nasdem di JCC Senayan, Jakarta, Minggu malam (25/8)/RMOL

Politik

Surya Paloh Yakin Jokowi Tetap Jadi Sahabat Nasdem

SENIN, 26 AGUSTUS 2024 | 01:09 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

. Di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh berkomitmen memberikan dukungan terhadap penyelesaian masa jabatan pemerintahan Jokowi-Maruf Amin yang akan berakhir 20 Oktober 2024.

"Melalui Kongres ketiga ini saya menyatakan, Nasdem, sekali lagi ingin menghantarkan dan taat pada komitmennya, menyelesaikan seluruh kemampuannya untuk memberikan dukungan sepenuhnya terhadap penyelesaian masa dan jabatan Presiden Jokowi yang akan berakhir sampai 20 Oktober yang akan datang," kata Surya Paloh dalam acara pembukaan Kongres ke-III Partai Nasdem di JCC Senayan, Jakarta, Minggu malam (25/8).

Surya Paloh sebut Nasdem juga telah memposisikan sebagai partai yang berada dalam pemerintahan mendatang, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.



"Kita berharap tentunya, pemahaman dan pemikiran interdependensi Nasdem yang memang selama ini dipegang kokoh dan teguh, tetap harus terjaga," tutur Surya Paloh.

Dia memastikan, Nasdem berupaya untuk mempertahankan dignity dan integritas dirinya, bukan sebagai partai yang memberatkan pemerintah yang didukungnya.

"Tapi Insya Allah, berupaya untuk menjadi peringan beban bagi pemerintah yang didukungnya. Bukan permasalahan kursi jabatan menteri yang hanya diharapkan oleh partai ini. Kita menghargai itu semuanya,” ungkap dia, 

“Tapi penghargaan kita adalah ketika idea pemikiran-pemikiran kita didengar dan apalagi, jika itu mampu kita jalankan. Itu yang diperjuangkan oleh Nasdem. Itulah gerakan perubahan untuk merestorasi bangsa ini," bebernya.

"Saya yakin dan percaya, dengan spirit dan semangat yang kita miliki, di akhir masa bakti jabatannya, Presiden Jokowi akan tetap menjadi sahabat Nasdem. Kita mengharapkan, agar baktinya tetap berlanjut untuk kepentingan bangsa dan negeri ini," pungkas Surya Paloh.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya