Berita

Asap mengepul dari daerah yang menjadi sasaran serangan udara Israel di desa Qsair di Lebanon selatan pada 25 Agustus 2024/AFP

Dunia

Ratusan Jet Tempur Israel Serbu Pangkalan Militer Hizbullah

MINGGU, 25 AGUSTUS 2024 | 15:14 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pangkalan militer Hizbullah di Lebanon Selatan menjadi sasaran empuk ratusan jet tempur Israel pada Minggu (25/8).

Menurut laporan media lokal, Israel telah meluncurkan 100 jet tempur dan menghancurkan ribuan laras peluncur roket milik Hizbullah.

Tel Aviv menggambarkan serangan itu sebagai tindakan pencegahan. Karena berdasarkan informasi intelijen, Hizbullah berencana menyerang Israel Utara dalam waktu dekat.


"Serangan itu ditujukan untuk menggagalkan rencana serangan Hizbullah di Israel utara," ungkap laporan tersebut, seperti dimuat AFP.

Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pemerintahnya bertekad untuk melakukan segala yang mungkin untuk mempertahankan negara.

"Siapa pun yang menyakiti kita, kita menyakitinya," ia memperingatkan.

Serangan terbaru semakin memperburuk situasi yang sudah rumit di Timur Tengah, yang memanas di tengah perang gaza.

Permusuhan yang kembali terjadi mengancam perdamaian regional dan perang habis-habisan antara Hizbullah dan Israel.

Hal itu berpotensi menyeret Iran ke dalam konflik juga, yang baru-baru ini bersitegang karena tamunya yakni Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh jadi sasaran teror di Teheran. .

Pertempuran itu juga dapat menggagalkan upaya mencapai gencatan senjata di Gaza, tempat Israel berperang dengan Hamas selama lebih dari 10 bulan.

Di Amerika Serikat, juru bicara Dewan Keamanan Nasional, Sean Savett, mengatakan Presiden Joe Biden memantau dengan cermat berbagai peristiwa di Israel dan Lebanon.

Ia menegaskan bahwa AS akan terus mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri.

Minggu lalu, pemerintah Israel mengatakan sedang mengerahkan pasukan menuju perbatasan Lebanon.

Hari ini, Kementerian Pertahanan Israel melaporkan kesiapan pihaknya untuk melancarkan serangan besar-besaran di Lebanon Selatan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya