Berita

Presiden terpilih Prabowo Subianto/Ist

Publika

Kisruh Politik Jelang Pelantikan Prabowo

OLEH: ADIAN RADIATUS*
JUMAT, 23 AGUSTUS 2024 | 02:37 WIB

EKSTRA waspada, ekstra hati-hati harus sungguh-sungguh diupayakan oleh semua jajaran pendukung Prabowo Subianto. 

Baik dari level terbawah hingga ke pucuk-pucuk pimpinan. Tak hanya partai tetapi juga ormas-ormas yang terlibat dan berada di dalamnya.

Strategi beraroma licik dan busuk tak pelak dapat muncul melalui praktik-praktik politik menggunting dalam lipatan atau menikam lawan dengan tangan kawan sangatlah mungkin dilakukan oleh penjahat berkuasa yang  berambisi menguasai dunia. Baginya segala cara adalah jalan halal baginya.


Ditilik dari penggusuran Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto, maka sangatlah mungkin adanya sebuah skenario yang "langka" namun pernah terjadi di dunia ini, dimana semua sikap dan ucapan di depan umum adalah madu manis dengan racun paling ganas di belakangnya.

Dari apa yang tersirat pada tajuk podcast Bocor Alus Tempo terkait tekanan yang dialami Airlangga Hartanto, sangatlah dimungkinkan hal ini bagian dari konspirasi besar dari suatu elite yang menguasai strata psikologis rakyat dan mental pejabat negara. 

Logikanya jika tekanan atas kasus korupsi adalah benar yang dijadikan alat "barter" terhadap Airlangga, maka lebih terasa wajar terkena jabatannya selaku Menko Perekonomian dan bukan selaku ketum Golkar. Meskipun sama kotornya tetapi yang ini terasa jauh lebih menjijikan.

Situasi semacam ini dan rentetan sebelum maupun sesudah peristiwa kelam jabatan ketum Golkar tersebut. Sekali lagi menegasikan bahwa perebutan kekuasaan belum berakhir yang merupakan ekses kemenangan Prabowo Subianto secara mutlak.

Tentu saja tidak ada atau tidak dapat ditemukan adanya skenario super besar mengacaukan NKRI dalam pertarungan politik keras ini. 

Tetapi adanya arah atau upaya mengacaukan keadaan negara menuju kegentingan dengan memicu emosi rakyat lewat cetusan kecurangan dalam kontestasi Pilkada tampaknya tak dapat diabaikan apalagi dinisbikan.

Lawan politik itu kejam apalagi bila dibalut dendam kesumat, sang pemenang merasa aman, tetapi yang kalah masih terus mencari jalan lain yang bila perlu lewat kerusakan sosial dan hukum. 

Karena itu sepanjang belum dilantik, Presiden Prabowo Subianto perlu kiranya sedikit mengingatkan pentingnya tidak terhasut apalagi menelan agitasi tertentu secara mentah-mentah.

Salah satu jalan politik yang memungkinan kondisi negara tidak dapat melaksanakan agenda konstitusinya adalah menciptakan situasi chaos alias keos tak peduli berapa korban rakyat yang akan menjadi tumbalnya. 

Maka tingkat kewaspadaan dibalik bilik kisruh politik jelang pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI ke delapan sama sekali tak bisa dianggap demokrasi biasa saja.

*Penulis adalah pemerhati sosial politik



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya