Berita

Diskusi dan rilis survei Rumah Demokrasi/Ist

Politik

Bappenas Yakin Program Makanan Bergizi Gratis Bisa Dilaksanakan

KAMIS, 22 AGUSTUS 2024 | 20:15 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Masyarakat Kota Bogor, Jawa Barat, menyambut baik uji coba Program Makanan Bergizi Gratis.

Hal tersebut terekam dalam survei Rumah Demokrasi yang dilakukan dari tanggal 1-21 Agustus 2024 dengan melibatkan 604 responden.

"Sebanyak 69 persen warga Kota Bogor sangat perlu makanan bergizi gratis," kata Pimpinan Rumah Demokrasi Ramdansyah saat diskusi dan rilis survei di Bilangan Jakarta Pusat, Kamis (22/8).


Menurut Ramdansyah, dari responden yang tersebar di 20 kelurahan itu masih mencatatkan responden yang ragu atau netral terdapat 11,1 persen.

Dalam diskusi yang sama, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Amich Alhumami menyatakan perolehan riset 69 persen responden merupakan angka yang tinggi.

Bagi dia, survei tersebut bisa menjadi pendukung program yang dicanangkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto.

"Karena itu, data dari riset Rumah Demokrasi ini sudah cukup menjadi landasan bagi kami misalnya di Bappenas untuk memastikan bahwa program ini bisa dilaksanakan di tahun-tahun ke depan," kata Amich .

Amich menambahkan Prabowo juga sudah pernah menggelar langsung uji coba makan bergizi gratis di Bogor.

Hal itu menurut Amich bisa memudahkan teknis pelaksanaan dari badan baru yang dibentuk pemerintah, yakni Badan Gizi untuk melaksanakan program tersebut.

"Kemarin Badan Gizi Nasional sudah dibentuk. Jadi apa yang disajikan melalui riset yang tadi sudah disampaikan itu betul-betul akan disumbangkan untuk memberi keyakinan bagi pihak pemerintah untuk mengeksekusi program ini," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya