Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Kementerian PUPR Alokasikan Rp75,63 Triliun untuk Proyek Infrastruktur Tahun Depan, Ini Rinciannya

KAMIS, 22 AGUSTUS 2024 | 14:32 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menetapkan sejumlah proyek infrastruktur strategis pada 2025 mendatang senilai Rp75,63 triliun.

Proyek-proyek ini akan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sesuai dengan pagu indikatif yang telah disepakati dengan Kementerian Keuangan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa setiap unit organisasi di bawah Kementerian PUPR akan menangani proyek-proyek tersebut sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. 


“Rincian kegiatan (proyek) per unit organisasi sesuai dengan pagu indikatif sebesar Rp75,63 triliun,” kata Basuki, dikutip Kamis (22/8)

Basuki merinci alokasi anggaran untuk berbagai proyek di masing-masing unit itu antara lain yaitu:

1. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air:
Anggaran: Rp26,53 triliun

Proyek Utama:Pembangunan dan rehabilitasi irigasi seluas 17.000 hektare dengan biaya Rp2,67 triliun.
Pembangunan 12 bendungan senilai Rp8,10 triliun.
Pengendalian banjir dan pengamanan pantai sepanjang 32,5 kilometer dengan anggaran Rp4,75 triliun.
Pengadaan prasarana air tanah dan air baku dengan kapasitas 1,5 m/detik, tersebar di berbagai wilayah dengan total dana Rp1,49 triliun.
Dukungan operasional dan pemeliharaan, serta pengendalian lumpur Sidoarjo dengan alokasi Rp5,42 triliun.

2. Direktorat Jenderal Bina Marga:
Anggaran: Rp32,31 triliunProyek Utama:

Pembangunan jalan senilai Rp9,94 triliun dan jembatan sebesar Rp5,64 triliun.
Peningkatan aksesibilitas melalui flyover, underpass, dan terowongan dengan anggaran Rp0,13 triliun.
Preservasi rutin jalan dan jembatan nasional serta revitalisasi drainase dengan biaya Rp10,57 triliun.
Dukungan untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) sebesar Rp1,66 triliun.

3. Direktorat Jenderal Cipta Karya:
Anggaran: Rp10,48 triliun

Proyek Utama:Proyek air minum dengan dana Rp1,59 triliun.
Sanitasi sebesar Rp3,03 triliun.
Pengembangan kawasan permukiman dengan anggaran Rp0,84 triliun.
Pembangunan prasarana strategis sebesar Rp2 triliun. 

4. Direktorat Jenderal Perumahan:
Anggaran: Rp4,53 triliun

Proyek Utama:Pembangunan rumah susun dengan alokasi Rp3,16 triliun.
Rumah khusus sebesar Rp250 miliar, rumah swadaya Rp400 miliar, dan rumah umum serta komersial dengan anggaran Rp150 miliar lalu dukungan dan manajemen teknis lainnya Rp570 miliar.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya