Berita

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darul Qur’an Dr Iwan Nasution/Ist

Politik

Pilgub Sumut 2024

Salah Menempatkan Wakil Edy, PDIP Bakal Kalah

SENIN, 19 AGUSTUS 2024 | 20:22 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Peta pertarungan calon gubernur pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2024 mengerucut pada dua nama yakni Bobby Nasution dan Edy Rahmayadi. Hal ini setelah PDI Perjuangan memberikan surat tugas kepada Edy yang merupakan bakal calon petahana tersebut.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darul Qur’an Dr Iwan Nasution, mengingatkan PDIP untuk belajar dari sejarah tiga kali pilkada Sumatera Utara 

"Belajar dari pengalaman tiga kali pilgubsu tahun 2008,2013 dan 2018,  pasangan pelangi selalu kalah, PDIP harus belajar dari sejarah tersebut," ungkap Dr Iwan di Medan, Minggu (18/8)


Iwan menuturkan sosok calon wakil gubernur sangat menentukan dalam membantu memenangkan pertarungan pilgubsu 2024

"Karena jika di lihat dari hasil survey, popularitas dan elektabilitas Edy dan Bobby sebagai calon Gubernur beda beda tipis, oleh karena itu sosok calon wakil Gubernur sangat menentukan untuk memberikan tambahan elektoral untuk meraih kemenangan," tuturnya 

Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Muda Sumut itu mengatakan, Jika PDIP kembali salah menempatkan sosok wakil pendamping Edy, maka diprediksi akan kembali kalah dalam pilkada tahun ini 

"Tidak ada kata lain, agar bisa menang atau mengimbangi elektabilitas pasangan Bobby Nasution, maka PDIP harus mengusung tokoh dari etnis Jawa yang bersih, muslim, masih muda dan punya basis dan logistik kuat sebagai pendamping Edy Ramayadi dalam pilkada tahun ini," saran Iwan.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya