Berita

Presiden Joko Widodo dan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto/Net

Publika

Analisis Ilmiah Rekaman Jokowi yang Disampaikan Hasto

OLEH: ROY SURYO*
SENIN, 19 AGUSTUS 2024 | 06:18 WIB

GAWAI saya tidak henti-hentinya bunyi notifikasi. Ini  menandakan adanya pesan-pesan masuk untuk konfirmasi tentang berita kebenaran rekaman suara Presiden Joko Widodo, sebagaimana disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, pasca upacara peringatan 17 Agustus di halaman Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Sabtu (17/8).

Perlu sekali lagi ditegaskan bahwa saya sudah lebih dari empat tahun terakhir ini tidak lagi menjadi bagian atau pun berafiliasi dengan partai politik apa pun. Ini  setelah secara resmi saya mengundurkan diri secara terbuka dan melalui surat tertanggal 11 Maret 2020 (Supersemar). 

Jadi analisis ini 1000 persen -- bukan hanya sekedar 100 persen-- murni ilmiah tanpa ada unsur politis apapun, selain hanya demi kebenaran fakta ilmiah ilmu pengetahuan semata.


Intinya, kemarin Hasto di depan banyak wartawan memberikan keterangan pers (sebagaimana video lengkap pemberitaan YouTube yang berjudul "Hasto PDIP Beberkan Rekaman Diduga Suara Jokowi yang mau gunakan Penegak Hukum untuk Intimidasi). 

Tayangan berdurasi 2 menit 31 detik tersebut memuat jelas di mana Hasto memutar suara (yang berasal dari video di ponselnya) di TCR (Time Code Recorder) 1'30" sd 1'59" yang didahului dengan kalimat dia "Tapi gambarnya nggak usah ya ...".

Pernyataan Hasto ini kemudian menjadi sangat viral baik di media konvensional maupun banyak platform sosial media, lengkap dengan berbagai komentar maupun analisis (sok) ilmiah dari beberapa warganet. 

Ada yang menyebut bahwa rekaman audio tersebut hanya rekayasa, mulai dari tuduhan hasil editan. Bahkan ada pula yang nekat menuduh bahwa itu hasil karya AI (Artificial Intelligence) dilengkapi dengan video contoh-contoh AI dari kasus-kasus lain yang tidak ada hubungan sebelumnya.

Terus terang harus tersenyum saya baca semua komentar tersebut.Meski ada pepatah yang mengatakan bahwa "maha benar netizen dengan segala komennya".

Namun kali ini (maaf) banyak komentar -- terutama disinyalir yang jelas berasal dari akun-akun PendengungRp/ BuzzerRp -- yang tampak selalu "berani berujar karena ada yang bayar. Malahan karena ingin kelihatan (sok) ilmah, ada juga yang contohnya nekat atau ngawur asal mengambil dari DeepFake dan atau ReFace, padahal sama sekali jauh dari itu.

Faktanya, suara yang rekaman yang aslinya berupa video (hanya memang tayangan visualnya sengaja tidak ditunjukkan kepada wartawan oleh Hasto dengan cara membalik ponselnya) itu memang asli 100 persen berasal dari suara Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam acara Rakornas Forkominda (Rapat Koordinasi Nasional Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) yang diselenggarakan di SICC (Sentul Internasional Conventuon Center), Sentul Selatan, Bogor, pada Rabu (13/11/2019).

Durasi keseluruhan pidatonya saat itu adalah sepanjang 38 menit 53 detik sebagaimana bisa disaksikan secara utuh melalui Kanal resmi YouTube BPMI (Biro Pers Media & Informasi) Sekretariat Presiden: youtu.be/4m2iiJoZEWA? dan potongan asli kalimat sepanjang sekitar 40 detik tersebut memang faktanya terdapat pada TCR 37'34" hingga 38'20" alias sesaat sebelum Joko Widodo mengakhiri sambutannya. 

Kenapa potongan kalimat ini masih bisa dikategorikan asli, karena memang tidak ada unsur editing di dalamnya.

Definisi teknis tidak ada unsur editing ini menjadi krusial harus saya sampaikan di sini karena masih banyak awam (atau juga yang "sok pakar") tidak bisa membedakan antara proses "cut-to-cut" dengan yang sudah ada "inserting" (sisipan suara lain alias tambahan, atau bahkan ada "dubbing" (penggantian suara dari yang asli menjadi suara lain, bisa orang atau sumber lain, misalnya atmosphere). 

Jadi selama potongan tersebut hanga dicuplik dari rekaman aslinya saja tanpa disisipi atau ditambah-tambahi unsur suara lain di depan, di tengah maupun di belakangnya, maka meski sependek apapun rekaman tersebut (dari panjang durasi aslinya) tetap masih memenuhi syarat teknis sebagai suara asli, sebagaimana potongan suara Joko Widodo dari video keseluruhan yang sudah jelas bisa diidentifikasi keasliannya tersebut.

Memang harus juga dimaklumi bahwa terkadang potongan rekaman begini bisa menimbulkan perbedaan persepsi bagi yang mendengarnya. 

Maka secara objektif saya tampilkan secara utuh aslinya dan bahkan kesemuanya diberikan link lengkap agar bisa didengarkan langsung dan dimaknai masing-masingnya. Namun sekali lagi tetap harus dipahami bahwa kalau memang potongan tersebut masih memenuhi kriteria asli ya harus disebut sebagai asli, bukan editing apalagi dikatakan rekayasa (sebagaimana komentar-komentar sok pakar yang sekarang subur merebak di sosial media).

Kesimpulannya, selaku yang pernah mengajar mata kuliah Editing Elektronik di samping banyak vang lainnya di ISI (Institut Seni Indonesia) selama 10 tahun 1984-2004, sebelum menjadi anggota DPR dan karir lainnya, saya merasa perlu untuk meluruskan yang memang harus diluruskan dan mengkritik kalau jelas harus dikritik. 

Inilah termasuk defisini "merdeka" sebagaimana kita memaknai 79 tahun usia republik ini. Artinya jangan takut berkata benar kalau memang benar, Apalagi bisa mendeskripsikannya secara ilmiah seperti ini ... Merdeka.

*Penulis adalah Pemerhati Telematika




Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

UPDATE

Malaysia Fair 2026 Jadi Ajang Perluasan Pasar Medical Tourism di Indonesia

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:12

CFD Rasuna Said Kembali Digelar, Ini Lokasi Parkir dan Rute Transportasi Umumnya

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:10

Begini Spek Bangunan SPPG di Daerah 3T yang Dibangun Kementerian PU

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:47

Sambut Nanik Deyang, APJI Minta Juknis Dapur MBG Dibenahi

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:01

Menteri PU Rampungkan 222 SPPG di Daerah 3T

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:48

KPK Panggil Motivator Ary Ginanjar Agustian di Kasus Gratifikasi IUP Kukar

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:45

Akulaku Finance Dukung Proses Hukum pada Tindakan Kecurangan

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:36

Mubes Kosgoro 1957: Berkas La Ode Beres, Sari Yuliati Belum Bayar Administrasi

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:18

Awas Kolesterol Naik! Ini 5 Tips Sehat Mengolah Daging Kurban ala Ahli Gizi UNS

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:57

AS Buka Jalur untuk 36 Kapal Bantuan Kemanusiaan di Selat Hormuz

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:33

Selengkapnya