Berita

Ketua Institut Harkat Negeri (IHN), Sudirman Said/Ist

Politik

Refleksi Kemerdekaan

Sudirman Said Ingin Indonesia Keluar dari Kubangan Korupsi

MINGGU, 18 AGUSTUS 2024 | 07:37 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Banyak pencapaian yang telah diraih bangsa Indonesia selama 79 tahun merdeka. Namun penyakit korupsi hingga kini masih terus menjangkiti.

Keprihatinan ini disampaikan Ketua Institut Harkat Negeri (IHN), Sudirman Said, merefleksikan HUT Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia.

“Tidak mungkin kita terhindar dari ‘middle income trap’, bila kita tidak bisa keluar dari kubangan penyakit korupsi”, tegas Sudirman Said lewat keterangan resminya, Minggu (18/8).


Menteri ESDM 2014-2016 ini menguraikan bahwa sebagai bangsa dan negara yang merdeka, Indonesia telah mencapai banyak kemajuan.  

Di antaranya kualitas pendidikan terus meningkat, pertumbuhan ekonomi terus terjaga, pembangunan infrastruktur mengalami kemajuan pesat, serta kesehatan warga mengalami perbaikan dari waktu ke waktu.   

"Tetapi potensi kita untuk melompat tinggi menjadi negara yang berwibawa dan sungguh kuat secara ekonomi, terus diganggu oleh penyakit korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ungkap Sudirman.

Kandidat calon pimpinan KPK itu mengajak semua pihak menghindari perilaku aji mumpung, konflik kepentingan, mengatasi penyakit korupsi sebagai gerakan nasional.  

“Bila bangsa ini masih terus berkubang dengan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, mustahil dapat mengentaskan 40 persen warga dari kemiskinan. Mustahil dapat mencapai keadilan sosial,” tandasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya