Berita

Ilustrasi/Daily Mail

Dunia

Mpox Darurat Global, Kasus Baru Ditemukan di Swedia

JUMAT, 16 AGUSTUS 2024 | 12:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kasus pertama cacar monyet atau monkey pox (mpox) di luar benua Afrika telah terdeteksi di Swedia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengonfirmasi penyebaran mpox di Swedia pada Jumat (16/8), hanya sehari setelah menyatakan pernyakit itu sebagai darurat kesehatan global.

Pejabat kesehatan Swedia mengatakan bahwa pasien terinfeksi jenis mpox klade Ib saat berada di Afrika dan kini sedang menerima perawatan.


Seorang ahli virus cacar di The Pirbright Institute, Jonas Albarnaz menilai penemuan kasus di Swedia sebagai peringatan keras bahwa penyebaran mpox semakin besar.

"Kasus di Swedia ini merupakan peringatan bagi otoritas kesehatan masyarakat untuk waspada dan menerapkan strategi pengawasan dan pelacakan kontak yang kuat untuk mendeteksi kemungkinan kasus baru sejak dini,” ujarnya, seperti dimuat Reuters.

Sementara dokter Brian Ferguson dari Universitas Cambridge mengatakan kasus pada seorang pelancong Swedia itu mengkhawatirkan tetapi tidak mengejutkan, mengingat tingkat keparahan dan penyebaran wabah di Afrika.

"Kemungkinan akan ada lebih banyak kasus di sini dan di belahan dunia lain karena saat ini tidak ada mekanisme yang berlaku untuk menghentikan kasus mpox impor terjadi," kata dia.

WHO pada hari Rabu (14/8) menyatakan wabah mpox di Afrika sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional atau PHEIC setelah kasus-kasus di Republik Demokratik Kongo menyebar ke negara-negara terdekat hingga mencatatkan lebih dari 15.000 kasus.

PHEIC adalah tingkat kewaspadaan tertinggi WHO.

Kelompok vaksin global Gavi mengatakan pihaknya telah menyediakan 500 juta dolar untuk dibelanjakan guna memberikan suntikan ke negara-negara yang terkena dampak wabah mpox yang meningkat di Afrika.

Baik pejabat Amerika Serikat maupun Kanada mengatakan mereka belum mengidentifikasi kasus apa pun sejauh ini.

Juru bicara Pusat Pengendalian dan Pencegahan (CDC) AS, David Daigle mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pengawasan terkait varian mpox klade I.  

"Ini adalah kasus mpox klade I pertama yang dilaporkan di luar benua Afrika," ujarnya.

CDC baru-baru ini mengeluarkan pembaruan Jaringan Peringatan Kesehatan dan Pemberitahuan Kesehatan Perjalanan yang diperbarui untuk memberi tahu dokter, pelancong, dan mitra kesehatan masyarakat AS tentang penyebaran mpox klade I ke negara-negara yang secara historis tidak melaporkan kasus mpox

Klade Ib, jenis virus di balik wabah saat ini, adalah varian baru klade I yang endemik di Kongo. Klade Ib tampaknya menyebar lebih mudah melalui kontak dekat rutin, termasuk kontak seksual.

Mpox klade I cenderung menyebabkan lebih banyak infeksi parah dan memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi daripada mpox klade II, menurut pejabat kesehatan AS.

Pada tahun 2022, WHO mengumumkan keadaan darurat kesehatan masyarakat atas wabah mpox yang disebabkan oleh klade II, yang menyebabkan lebih dari 95.000 kasus di 115 negara non-endemik.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya