Berita

Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar yang juga Ketua DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa 1, MQ Iswara/RMOLJabar

Politik

Golkar Jabar Dukung Bahlil Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

JUMAT, 16 AGUSTUS 2024 | 01:24 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

DPD Partai Golkar Jawa Barat memutuskan untuk mendukung Bahlil Lahadalia menjadi Ketua Umum Partai Golkar pascamundurnya Airlangga Hartarto. Dukungan diberikan setelah melalui berbagai pertimbangan.

Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar yang juga Ketua DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa 1, MQ Iswara mengatakan, dukungan kepada Bahlil diberikan demi kebaikan Partai Golkar ke depan.

"Dengan pertimbangan matang lah ya, itu sudah kita bicarakan dengan para pengurus," kata Iswara, dikutip RMOLJabar, Kamis (15/8).


Iswara menuturkan, pertimbangan kepada Bahlil pun dilakukan setelah melirik dukungan Golkar di provinsi lain dan konstelasi yang kini berkembang. Terutama, diskusi intens suksesi Golkar di Jakarta.

"Kita berpikir untuk Partai Golkar yang lebih maju ke depan. Bagi kami hal semacam ini biasa, sebuah dinamika, terpenting bagi kami adalah mengamankan agenda ke depan," tuturnya.

Selain itu, lanjut Iswara, sesuai dengan aturan dasar dan aturan rumah tangga (AD/ART), setiap DPD mempunyai hak satu suara saat Musyawarah Nasional (Munas). 

"Nanti akan ada 38 suara dari provinsi dan 514 suara dari Kabupaten/Kota dan ormas Hasta karya dan juga Ormas yang didirikan dan mendirikan, ada 10 tambahannya, itu semua yang nanti punya hak suara saat Munas," jelas Iswara.

Iswara mengaku, pihaknya belum tahu siapa saja nama yang akan maju sebagai calon Ketua Umum Golkar. Namun yang pasti, Pelaksana tugas (Plt) Ketum Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita sudah menyatakan tidak akan maju sebagai calon Ketum Golkar.

"Dukungan memang dari para ketua DPD sebagian besar sudah memberikan dukungan kepada Pak Bahlil, itu faktanya," beber Iswara.

"Ya, termasuk Jabar. Saya jawab tegas termasuk Jabar. Kabupaten Kota, biasanya seirama dengan dukungan yang diberikan Provinsinya," tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya