Berita

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar sowan ke KH Syukron Makmun di Ponpes Daarul Rahman, Cipedak, Jakarta Selatan (15/8)/RMOL

Politik

Cak Imin Sowan ke Sesepuh NU Jelang Muktamar PKB

KAMIS, 15 AGUSTUS 2024 | 11:59 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, sowan ke salah satu ulama sepuh yang dihormati kalangan Nahdlatul Ulama (NU), KH Syukron Makmun, jelang pelaksanaan Muktamar PKB yang akan digelar pada 24-25 Agustus 2024 di Bali.

Dalam kunjungannya yang dilakukan Selasa pagi di Ponpes Daarul Rahman, Cipedak, Jakarta Selatan (15/8), Cak Imin menyampaikan bahwa KH Syukron Makmun merupakan sosok ulama yang sangat dihormati dan dijadikan rujukan dalam berbagai hal.

"Beliau adalah salah satu ulama sepuh yang usianya sudah di atas 85 tahun, namun tetap aktif membina umat, membina pesantren, dan membawa panji-panji NU serta ajaran ahlussunnah wal jamaah di seluruh tanah air," ujarnya.


Muhaimin juga menjelaskan bahwa kunjungannya kali ini bertujuan untuk meminta nasihat, arahan, dan petunjuk dari KH Syukron Makmun dalam rangka menghadapi Muktamar PKB yang akan segera berlangsung. 

"Kami sowan ke beliau untuk meminta nasihat dan arahan, serta petunjuk agar seluruh peserta muktamar dapat meneladani semangat perjuangan ulama-ulama NU, terutama dalam memperjuangkan ajaran ahlussunnah wal jamaah di ranah politik," jelas Muhaimin.

Selain itu, mantan Cawapres Koalisi Perubahan itu juga memohon kepada KH Syukron Makmun agar berkenan memberikan nasihat secara langsung, baik dengan hadir di lokasi muktamar, melalui Zoom, atau rekaman kepada seluruh peserta muktamar. 

"Intinya, kami ingin seluruh pengurus PKB meneladani sosok tokoh pejuang NU yang benar-benar mengabdi tanpa pamrih dalam memperjuangkan ahlussunnah wal jamaah," tandasnya.

Sejumlah agenda penting Muktamar PKB di antaranya laporan kerja dari DPP, membahas struktur kepengurusan, hingga menentukan sikap politik PKB di pemerintahan mendatang, apakah koalisi atau oposisi.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya