Berita

Ilustrasi/RMOL-Erin

Bisnis

Angka Survei Makin Rendah, Saham Trump Ikut Anjlok

KAMIS, 15 AGUSTUS 2024 | 10:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kemunculan mantan Presiden AS Donald Trump ke aplikasi X diduga menjadi salah satu faktor anjloknya saham perusahaan miliknya, selain karena hasil kuartalan yang lemah.

Trump, yang sedang mencalonkan diri sebagai presiden AS, kembali aktif di platform X pada Selasa (13/8), ditandai dengan wawancara bersama pemilik platform Elon Musk.

Sebanyak 1,3 juta orang menyimak perbincangan panjang itu, di mana keduanya membahas berbagai topik, mulai dari upaya pembunuhan Trump hingga geopolitik dan ekonomi.


Fakta bahwa percakapan tersebut terjadi di X dan bukan di platform milik Trump yaitu Truth Social, menjadi sorotan para investor di mana mereka menilai bahwa X tetap menjadi pemain utama di lanskap media sosial.

"Keputusan untuk menyiarkan obrolan dengan Musk di X merupakan semacam tamparan di wajah bagi investor Trump yang pasti merasa tidak dicintai dan sedikit tidak dihormati," kata Dannie Hewson, kepala analisis keuangan di AJ Bell, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (15/8).

Sejauh ini, Trump kerap mengunggah postingan di platform Truth Social miliknya yang diluncurkan pada Februari 2022. Namun, postingannya di sana menjangkau audiens yang jauh lebih kecil dibandingkan di X.

Saham Trump Media telah kehilangan lebih dari setengah nilainya sejak go public. Nilai pasarnya turun menjadi 4,73 miliar Dolar AS dari lebih dari 9 miliar Dolar AS awal tahun ini.

Saham turun 1,9 persen menjadi 23,54 Dolar AS pada perdagangan Rabu (14/8). Saham tersebut pernah anjlok menjadi 22,84 dolar AS pada tanggal 16 April setelah perusahaan mengatakan dapat menjual jutaan saham.

Trump Media melaporkan kerugian kuartalan lainnya pada Jumat pekan lalu, bersamaan dengan penurunan pendapatan.

"Ditambah lagi berita bahwa pendapatan turun 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan sejumlah besar uang telah dihabiskan untuk perjanjian lisensi guna mendukung layanan streaming baru Truth+, akan ada kekhawatiran tentang masa depan perusahaan jika popularitas Trump semakin merosot," kata Hewson.

Analis juga mengemukakan kekhawatiran tentang kinerja saham jika Trump gagal memenangkan pemilihan presiden pada bulan November, terutama belakangan ini jajak pendapat menunjukkan suara dukungan untuk Trump semakin menipis.

"Jika Trump kalah dalam pemilihan presiden, saham DJT mungkin akan terpukul lebih lanjut; tetapi bahkan jika ia menang, masa kejayaan saham tersebut mungkin sudah berakhir," tambah Schulman.

Jajak pendapat terbaru yang dirilis akhir pekan menunjukkan Kamala unggul signifikan atas Trump. Ini terutama terjadi di negara-negara bagian termasuk Wisconsin, Pennsylvania, dan Michigan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya