Berita

Shohibul Ansor Siregar/RMOL

Politik

Jokowi Sasar Golkar Demi Kebutuhan Keamanan Politik yang Kritis

RABU, 14 AGUSTUS 2024 | 21:06 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Partai Golkar menjadi sasaran penguasaan Joko Widodo karena dirinya saat ini sedang menghadapi beberapa kebutuhan keamanan politik yang kritis. Kebutuhan politik tersebut diantaranya kebutuhan untuk mencegah dirinya, keluarga dan warisan dari persoalan hukum yang potensial terjadi setelah lengser dari kursi Presiden.

“Setelah peralihan kekuasaan di Indonesia, Joko Widodo menghadapi beberapa kebutuhan keamanan politik yang kritis,” kata pengamat politik Shohibul Ansor Siregar, Rabu (14/8).

Sohibul mengatakan, Partai Golkar menjadi sasaran yang tepat karena beberapa faktor. Sebab, pada partai berlambang beringin itu terdapat beberapa sosok sentral yang dinilai akan sangat loyal.


“Disana ada anak main yang loyal Luhut Binsar Panjaitan dan Bahlil Lahadalia. Kedua, Golkar itu besar, dan ketiga Golkar mudah difeeding dengan manuver serupa,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya