Berita

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu/AFP

Global

Israel Percaya Serangan Balasan Iran akan Terjadi dalam Waktu Dekat

SENIN, 12 AGUSTUS 2024 | 09:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Beberapa laporan mengindikasikan bahwa militer Israel telah memprediksi bahwa pihaknya tak lama lagi akan menghadapi serangan balasan yang dijanjikan Iran.

Mengutip Axios pada Senin (12/8), dikatakan bahwa Israel meyakini Iran akan melancarkan serangan langsung ke wilayah mereka dalam beberapa hari.

"Mungkin serangan dilakukan sebelum kesepakatan gencatan senjata-penyandera baru diadakan pada hari Kamis (15/8)," ungkap laporan tersebut.


Terjadi perpecahan di kalangan pemerintah Iran, terkait dengan respons kematian petinggi Hamas, Ismail Haniyeh di Teheran akhir bulan lalu.

Presiden Masoud Pezeshkian ingin menghindari tanggapan yang keras, sementara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) ingin melancarkan serangan yang lebih besar daripada yang dilakukannya pada 13-14 April di wilayah pendudukan Israel.

Karena perdebatan itu, semakin sulit memprediksi kapan pastinya serangan balasan itu akan dilancarkan.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Yoav Gallant telah berbicara pada hari Minggu (11/8) dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin dan mengatakan kepadanya bahwa Iran sedang bersiap untuk serangan skala besar terhadap Israel.

Pentagon kemudian mengonfirmasi adanya panggilan telepon tersebut, dengan menambahkan bahwa Austin telah memerintahkan pengerahan kapal selam rudal berpemandu USS Georgia ke Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan.

Austin juga memerintahkan kelompok penyerang Abraham Lincoln untuk mempercepat pengerahannya ke wilayah tersebut.

Meskipun ada pembicaraan tentang serangan besar yang mengancam, Juru Bicara IDF Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan pada Minggu malam (11/8) bahwa tidak ada perubahan pada pedoman darurat untuk warga sipil.

“Menyusul laporan terbaru mengenai rencana Iran, kami mengklarifikasi bahwa, pada tahap ini, tidak ada perubahan pada pedoman Komando Front Dalam Negeri,” kata Hagari di X.

Ketegangan yang meroket telah menyebabkan banyak maskapai penerbangan besar membatalkan atau menunda penerbangan mereka ke Israel dan negara-negara lain di kawasan tersebut.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya