Berita

Kondisi banjir di Aceh Singkil/BPBD Aceh Singkil

Nusantara

Banjir di Aceh Singkil Rendam Pemukiman, Ribuan Warga Tak Bisa Beraktivitas

SENIN, 12 AGUSTUS 2024 | 01:22 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Bencana alam kembali melanda wilayah Aceh Singkil. Banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan turun tanpa henti sejak Sabtu (10/8).

“Banjir mulai terjadi pada (Sabtu) pukul 03.00 WIB,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBA, Fadmi Ridwan, dalam keterangan tertulis yang diterima RMOLAceh, Ahad (11/8). 

Dituturkan Fadmi, banjir merendam pemukiman warga di Kecamatan Simpang Kanan, di Gampong Silatong, Lae Riman, Ujung Limus, Tanjung Mas, Cibubukan dan Serasah.


Selain rumah penduduk, banjir  juga merendam jalan Singkil-Subulussalam, tepatnya di Gampong Silatong. Akibatnya sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas. 

“Fasilitas umum dan jalan antardesa juga terendam,” sebutnya. 

Fadmi menyebutkan, banjir di Aceh Singkil berdampak kepada 317 Kepala Keluarga (KK) atau 1.432 jiwa penduduk, dengan rincian di Silatong 40 KK dengan 120 jiwa, Lae Riman 30 KK dengan 150 jiwa. 

Kemudian di Ujung Limus 67 KK dengan 357 jiwa, Tanjung Mas 65 KK dengan 350, dan Cibubukan 115 KK dengan 460 jiwa. 

“Sedangkan di Serasah masih dalam pendataan,” imbuh Fadmi. 

Menurut Fadmi, tidak ada korban jiwa dalam banjir kali ini, begitu pula dengan pengungsi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil telah menurunkan TRC ke lokasi untuk melakukan Evakuasi. 

"Hingga saat ini banjir masih belum surut, dengan ketinggian air 50-80 centimeter," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Singkil, Alhusni mengatakan, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Lae Cinendang di Simpang Kanan. Dipicu oleh hujan deras tanpa henti sejak Sabtu kemarin (10/8).

“Tim di lapangan terus melakukan pemantauan dan membantu masyarakat,” kata Husni kepada RMOLAceh. 

Husni mengimbau para pengendara lebih berhati-hati karena kondisi air sangat deras dan tinggi. Masyarakat yang menetap di daerah rawan banjir, khususnya di sekitar bantaran Sungai Lae Cinendang juga diminta lebih waspada. 

“Kita berharap air segera surut sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa,” harapnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya