Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ada Peringatan Megaquake, Warga Jepang Panic Buying

SABTU, 10 AGUSTUS 2024 | 19:06 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Warga Jepang dikabarkan melakukan panic buying usai ada peringatan gempa besar atau megaquake pasca gempa bumi 7,1 magnitudo pada Kamis (8/8).

Seperti dikutip Japan Times, Sabtu (10/8), salah satu supermarket di Tokyo memasang tulisan permintaan maaf lantaran kehabisan produk tertentu, salah satunya air kemasan.

Dalam tulisan itu, supermarket juga menyatakan pembelian air kemasan akan mulai dibatasi karena stok yang "tidak stabil".


Sementara itu situs raksasa e-commerce Jepang, Rakuten, pada Sabtu (10/8), juga menunjukkan bahwa sejumlah produk menduduki puncak daftar barang yang paling dicari saat ini, yaitu toilet portable, makanan yang diawetkan, hingga air kemasan.

Kondisi serupa juga terjadi di kalangan ritel, di mana ritel-ritel di sepanjang garis pantai Pasifik melaporkan stok produk terkait antisipasi bencana sangat dicari oleh penduduk belakangan ini.

Panic buying atau aktivitas menimbun barang ini terjadi usai Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan potensi megaquake di Palung Nankai pada Jumat (9/8).

Peringatan ini dikeluarkan sehari setelah Prefektur Miyazaki diguncang gempa bermagnitudo 7,1 yang memicu gelombang tsunami berkisar 10-50 sentimeter.

Pada Jumat, gempa berkekuatan 5,3 magnitudo pun turut mengguncang wilayah Kanazawa Tokyo hingga memicu alarm darurat dan menghentikan operasional kereta cepat.

Meski begitu, mayoritas ahli seismologi percaya gempa di hari Jumat tidak memiliki hubungan langsung dengan potensi megaquake di Palung Nankai.

Palung Nankai sendiri merupakan "zona subduksi" yang terletak di antara dua lempeng tektonik di Samudra Pasifik, dengan berbagai gempa bumi besar telah banyak terjadi di wilayah itu di masa lalu.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya