Berita

Rusdianto Samawa/Ist

Publika

Satu Barisan Lawan Negara Jahat

JUMAT, 09 AGUSTUS 2024 | 03:39 WIB | OLEH: RUSDIANTO SAMAWA

SAAT ini, butuh kesadaran kolektif dari seluruh pemeluk agama samawi dan masyarakat dunia umumnya. Kalau masih memiliki empati dan nurani terhadap perdamaian dunia dan kebaikan bersama di bumi. Maka penting menganut kesadaran dalam pandangan satu barisan dalam hadapi negara-negara penjahat seperti Israel dan Amerika Serikat.

Rumusan Satu Barisan ada di berbagai kitab ketuhanan semua Agama Samawi. Siapapun penganut agama yang beriman, wajib jalankan isi kitab suci Tuhan. Hal itu penting, karena "satu barisan (shaffan)" merupakan strategi melawan mungkar, rezim pongah, tidak adil, zalim dan genosida. Tak ada alasan apapun, membiarkan negara-negara penjahat ini, terus memerangi dan mencaplok tanah negara lain.

Tuhan perintahkan pada seluruh lapisan rakyat beriman agar ada dalam golongan Satu Barisan untuk mencegah negara-negara jahat seperti zionis ini. Selama ini, kita hanya Iqra sejarah, analisa tindakan zalim dan ciptakan ketakutan sendiri hadapi zionis.


Padahal, kita tau semua, pergolakan sosial, ekonomi, budaya, strategi dan konflik perang di Palestina telah lama. Kita hanya saksikan, analisa dan menutup mata atas tragedi memilukan di Palestina. Konflik ini, bukan atas nama agama, ras, suku maupun golongan. Konflik perang ini, murni atas penjajahan dan pencaplokan oleh pendatang bernama Zionis brengsek yang bertujuan kooptasi, okupasi, dan perangi kebebasan.

Maka, prinsip "Satu Barisan" berangkat dari kebenaran dan kebersamaan sebagai antitesa hegemoni zionis yang tengah tarung dengan Hamas. Sungguh, Tuhan suka kepada manusia yang berperang (berjuang) dalam barisan yang teratur seperti bangunan yang tersusun kokoh.

Algoritma kepemimpinan negara zionis Israel hanya perang dan perang. Tak ada perdamaian di sana. Telah banyak membunuh manusia, merampas hak hidup rakyat Palestina.

Negara teroris modern, brutal, brengsek dan tak pernah dihukum oleh Internasional adalah Israel. Negara satu ini, sangat pongah, sombong dan penakut. Negara Israel seperti anjing kelaparan dan rabies.

Tuhan sudah rahmati dan bangkitkan. Lalu mereka terasa kuat, menjajah dan mencaplok tanah Palestina. Mendudukan Palestina menjadi ilegal (tidak dianggap). Padahal Israel ini, berdiri di atas tanah curian Palestina. Memang Negara Israel ini pantas dibom nuklir agar sekalian hangus, terbakar dan jadi debu menyatu dengan bumi.

Dari paradigma di atas, kita perlu berada dalam lingkaran kesadaran "satu barisan" emban misi satukan tekad sikap perjuangan untuk kebenaran sehingga bisa bisa bernapas dalam ruang bumi yang aman dan damai.

Penopang shaffan (ash shaff - Satu Barisan dimulai dari sabbaha lillah - bersatu atas perintah Tuhan) dalam kesadaran Tauhid untuk perangi perangai penjajah Zionis yang selama ini kacaukan tatanan dunia. Kesadaran ini penting bagi seluruh rakyat, masyarakat dunia dan pemeluk agama-agama samawi. Karena, tauhid unsur penting dalam manusia agar tidak takut terhadap bangsa zalim.

Selain itu, kita harus perkuat kesadaran iqra (baca) sejarah pergolakan Palestina sejak masa kenabian hingga datang zionis caplok-rampok. Palestina telah jadi korban tunggal genosida yang paling ganas, terdokumentasi dalam sejarah, namun paling banyak disangkal dan terabaikan. Sadar baca peta konflik, supaya memiliki landasan untuk merespons.

Menyikapi genosida yang dilakukan Zionis, maka perlu konsistensi dalam ruang Kesadaran Majelis (bersama) untuk ajukan pembubaran negara-negara penjahat zionis kepada sidang umum Majelis Umum PBB bahwa perang genosida atas Palestina merupakan kejahatan luar biasa. Maka, komponen masyarakat dunia harus bersedia dalam satu barisan yang kuat.

Kesadaran bersama ini, upaya hancurkan musuh kemanusiaan atas penjajahan genosida yang terlihat ini. Kebersamaan merupakan bentuk pertahanan yang kokoh, saling menguatkan dan membantu palestina menang atas penjajah. Selain itu, terus pupuk silaturahim dalam majelis dan bersama wujudkan kemerdekaan Palestina.

Terakhir, kesadaran Harakah (gerakan) yang ditempuh melalui; pertama, konstitusi negara yang ingin damai tanpa perang; Kedua, demonstrasi memberi dukungan: Ketiga, pengiriman sandang, pangan, papan: Keempat, bangun koalisi perjuangan antar partai politik se-dunia di berbagai negara untuk intersep kebijakan yang tidak pro perjuangan Palestina; Kelima, jihad sipil yang siap perangi penjajah.

Model gerakan sadar Palestina atas penjajahan itu dilakukan karena pertempuran akan sangat panjang, namun harus tekad dan semangat yang kuat. Secara pasti menang dan bebaskan Palestina dari kungkungan negara-negara penjahat.

Keempat kesadaran di atas, untuk terus belajar dan mengerti atas pembelaan bangsa Palestina: “Musuh Kita Genosida." Dalam perjuangan harus terus bersama, seperti pantun "ke Ampera naik sepeda, mampir sebentar ke pasar Tarano, keyakinan boleh berbeda, jangan jadi pemecah kita. Sehingga, kita juga harus terus saling kenal: ”Kenali Musuhmu", begitu bunyi filsuf dan ahli strategi perang China kuno Sun Tzu.


*Penulis adalah Ketua Geomaritim Partai Negoro

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya