Berita

Ilustrasi Foto/RMOL

Politik

Golkar dan Gerindra Ibarat Matahari Kembar dalam Koalisi

JUMAT, 09 AGUSTUS 2024 | 00:22 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Hegemoni antara Golkar dan Gerindra dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) terkait penentuan calon kepala daerah (cakada) ibarat dua matahari kembar.

Hal itu disampaikan  pengamat politik dan kebijakan publik FHISIP Universitas Terbuka, Insan Praditya Anugrah terkait polemik cakada di dalam KIM yang terjadi di beberapa daerah. 

"Golkar dan Gerindra adalah dua matahari kembar di KIM. Pada satu sisi, Golkar merupakan partai dengan perolehan suara terbesar di koalisi dengan suara 15,2 persen sedangkan Gerindra berada di bawah Golkar dengan suara 13,2 persen, namun ketua umumnya yakni Prabowo terpilih menjadi Presiden," kata Insan kepada RMOL, Kamis malam (8/8).


Menurut Insan, persaingan Golkar dan Gerindra sebagai dua partai terbesar di KIM ini dapat dilihat pada dinamika politik di Pilkada Banten, Jawa Barat (Jabar) dan Jakarta.

"Kita lihat di Banten, Airin potensial secara elektabilitas namun Gerindra dan KIM malah mengusung Andra Soni karena tidak ingin kader Golkar menguasai Banten. Di sisi lain Gerindra mengarahkan KIM mengusung Dedi Mulyadi di Pilkada Jabar dan untuk itu mereka mengusung Ridwan Kamil di Jakarta supaya jalan Dedi Mulyadi mulus," jelas dia.

Persaingan dua matahari kembar KIM ini akan berlanjut dalam penentuan porsi menteri di kabinet dan posisi pimpinan DPR-MPR pada Oktober nanti.

"Persaingan dalam penentuan calon kepala daerah hanyalah tahap awal. Panggung persaingan Golkar-Gerindra masih akan kita lihat dalam penentuan jatah menteri di kabinet dan posisi-posisi strategis pimpinan DPR-MPR", pungkas Insan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya