Berita

Menteri Luar Negeri RI di acara ASEAN Day di Jakarta pada Kamis, 8 Agustus 2024/Repro

Dunia

Menlu RI: ASEAN Punya Tiga Hal Penting yang Harus Dikejar

KAMIS, 08 AGUSTUS 2024 | 17:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Setelah lebih dari lima dekade beroperasi, ASEAN menghasilkan banyak capaian besar, khususnya pada keberlanjutan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.

Kendati demikian, Menurut Menteri Luar Negeri RI, peran ASEAN sebagai organisasi ekonomi dan perdamaian harus terus ditingkatkan, seiring dengan kompleksitas global yang semakin tidak pasti.

Di acara peringatan hari ulang tahun ASEAN yang ke-57 atau ASEAN Day di Jakarta hari Kamis (8/8), Menlu menyoroti tiga tujuan yang penting diraih ASEAN di masa mendatang.


Pertama, kata Retno, ASEAN harus selalu sesuai dengan tujuannya. Dalam memajukan dan melindungi hak asasi manusia (HAM) misalnya, organisasi ini tidak boleh tinggal diam melihat penderitaan Gaza.

"Lebih dari 40 ribu orang telah terbunuh dan jumlahnya terus bertambah. Sebagai organisasi berbasis aturan, ASEAN harus terus mengadvokasi rasa hormat hukum internasional secara konsisten," tegasnya.

Kedua, menurut Retno, ASEAN harus siap menghadapi berbagai tantangan. Mekanisme regional harus diperkuat, khususnya untuk: arsitektur kesehatan; ketahanan pangan dan energi; stabilitas keuangan; dan transformasi digital.

"Hanya dengan melakukan Jadi, kita bisa memastikan kawasan kita menjadi pusat pertumbuhan," kata Menlu.

Terakhir, ASEAN harus siap menjadi hebat. Disebutkan Menlu Retno, inklusivitas dan budaya kolaborasi lah kuncinya.

Dia menekankan agar ASEAN dapat mempererat kerjasama dalam mempercepat penerapan ASEAN Outlook on the Indo Pacific (AOIP) melalui ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF) yang akan digelar untuk kedua kalinya pada Oktober mendatang.  

"Tugas kita sekarang adalah mengarusutamakan ini paradigma di luar AOIP," paparnya.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya