Berita

Australia-Indonesia Tandatangani Kesepakatan Mutual Recognition Arrangement/Ist

Bisnis

Australia-Indonesia Tandatangani Kesepakatan Mutual Recognition Arrangement

KAMIS, 08 AGUSTUS 2024 | 11:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sektor bisnis di Australia dan Indonesia akan mendapatkan keuntungan dari proses kepabeanan yang disederhanakan setelah kedua negara menandatangani Kesepakatan Authorised Economic Operator Mutual Recognition Arrangement (AEO MRA).

Komisioner Australian Border Force (ABF), Michael Outram APM, dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Indonesia, Askolani, menandatangani Kesepakatan tersebut pada Diskusi Antar-Kepabeanan ke-23 di Canberra pada Rabu, 7 Agustus 2024, Waktu setempat.

Komisioner Outram mengatakan bahwa MRA Australia ke-11 akan berarti bahwa Australian Trusted Traders (ATT) akan mendapatkan akses yang lebih cepat, lebih efisien, dan lebih aman ke salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.


"Indonesia adalah mitra yang sangat penting bagi Australia, dan merupakan kehormatan bagi saya untuk menjadi tuan rumah Diskusi Antar-Kepabeanan hari ini dan untuk menandatangani Kesepakatan ini," kata Komisaris Outram, dalam keterangan yang diterima RMOL.

"Penting bagi kita untuk terus memperkuat kerja sama dan berbagi informasi antara kedua negara dalam hal penegakan hukum dan fasilitasi perdagangan.

"Setelah penandatanganan hari ini, kedua lembaga kita akan mengoperasionalkan Kesepakatan ini, yang akan menghasilkan manfaat ekonomi dan keamanan yang nyata. Hal ini hanya mungkin terjadi berkat kerja keras para petugas kita selama beberapa tahun terakhir untuk menyelesaikan rincian Kesepakatan ini.

"Meskipun ini akan menjadi Diskusi Antar-Kepabeanan terakhir yang direncanakan dengan Indonesia sebelum saya mengakhiri masa jabatan saya sebagai Komisaris ABF, saya yakin bahwa kerja sama yang telah terjalin lama antara ABF dan DJBC akan terus berlanjut di masa depan."

Sepanjang 2022-2023, Indonesia merupakan mitra dagang dua arah terbesar ke-13 bagi Australia dalam hal nilai (26,2 miliar Dolar AS) dan pasar ekspor terbesar ke-9 (15,7 miliar Dolar AS).

Indonesia juga berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu dari sepuluh ekonomi terbesar di dunia pada pertengahan tahun 2030-an dan ekonomi terbesar keempat pada pertengahan abad ini.

Australia saat ini telah menandatangani kesepakatan dengan Kanada, Republik Rakyat Cina, Kawasan Administratif Khusus Hong Kong, Jepang, Republik Korea, Selandia Baru, Singapura, Taiwan, Thailand, dan India.

Indonesia juga telah menandatangani kesepakatan dengan Republik Korea, Kawasan Administratif Khusus Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan ASEAN.

AEO MRA, sebagaimana diuraikan dalam SAFE Framework of Standards to Secure and Facilitate Global Trade (SAFE Framework) dari Organisasi Kepabeanan Dunia (WCO), merupakan kesepakatan antara administrasi Kepabeanan dengan program AEO yang setara.

Bisnis Australia, yang merupakan bagian dari rantai pasokan internasional, dianjurkan untuk mengunjungi situs web ABF untuk mengajukan aplikasi untuk bergabung dengan program ATT.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya