Berita

Foto ilustrasi (Reuters)

Bisnis

China Bersiap Habisi Starlink Elon Musk, IHSG-Rupiah Semoga Positif

RABU, 07 AGUSTUS 2024 | 14:05 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Rebound Indeks Wall Street akhirnya terwujud dalam sesi perdagangan hari kedua pekan ini. Sesi perdagangan terlihat kompak mengangkat seluruh indeks Wall Street, meski dalam rentang yang tak terlalu tajam. Pelaku pasar terlihat mulai mencoba bersikap rasional dalam menilai kekhawatiran akan resesi hingga menghentikan tekanan jual dan sedikit beralih ke tekanan beli.

Namun untuk menjejak sikap optimis secara meyakinkan, nampaknya investor masih membutuhkan waktu dan rilis data perekonomian terkini sebagai pijakan. Aksi akumulasi akhirnya terjadi hingga menghantarkan Indeks mengalami rebound teknikal.

Tidak ada sentimen yang menonjol dalam sepanjang sesi perdagangan kali ini, kecuali rilis kinerja kuartalan sejumlah emiten yang kurang gacor untuk menyita perhatian investor. Kabar lain yang sempat menjadi perhatian investor datang dari China di mana negeri Panda itu telah meluncurkan sebuah program yang mengancam bisnis Internet Starlink milik juragan terkaya Amerika Serikat, Elon Musk.


Laporan lebih lanjut menyebutkan, negeri tirai bambu itu telah meluncurkan tahap pertama Satelit Internet yang merupakan bagian dari konstelasi yang nantinya akan menjadi rival berat bagi Starlink milik Elon Musk. Konstelasi tersebut akan berada di orbit rendah Bumi yang nantinya akan mencakup 15.000 satelit untuk mengcover jaringan internet global.

Elon Musk yang sebelumnya bisnis mobil listrik nya telah ditaklukkan BYD asal China, kini harus bersiap untuk kembali takluk oleh langkah China.

Namun serangkaian kabar tersebut tidak memberikan kontribusi signifikan dalam sesi perdagangan di Wall Street. Gerak naik Indeks dalam rentang lumayan tetap bertahan hingga sesi perdagangan ditutup. Indeks DJIA naik 0,76 persen di 38.997,66, sementara indeks S&P500 melonjak 1,04 persen di 5.240,03, dan indeks Nasdaq yang terangkat 1,03 persen di 16.366,85.

Tiadanya sentimen dari agenda rilis data perekonomian penting membuat gerak naik Indeks Wall Street hanya mengikuti potensi rebound teknikal belaka. Akibat dari situasi ini, sesi perdagangan pertengahan pekan ini di Asia, Rabu 7 Agustus 2024 cenderung mengikuti pola teknikalnya.

Situasi ini telah terlihat pada sesi awal perdagangan pagi Ini, di mana indeks Nikkei (Jepang) merosot 2,42 persen dengan menginjak posisi 33.835,99, sedangkan Indeks KOSPI (Korea Selatan) menguat moderat 0,6 persen di 2.537,19, dan indeks ASX 200 (Australia) turun tipis 0,44 persen di 7.647.

Dengan bekal sentimen regional yang kurang meyakinkan ini, sesi perdagangan di Jakarta diperkirakan akan turut dalam kecenderungan bergerak di rentang terbatas. Pelaku pasar di Jakarta akan mendapatkan suntikan sentimen domestik dari rilis data besaran cadangan devisa, yang akan dirilis jam 10.00 wib, dalam mengarungi sesi perdagangan hari ini. Sementara rilis data perdagangan internasional China juga akan dirilis pada jam yang sama, investor diperkirakan akan memberikan perhatian dengan lebih cermat dua rilis data eksternal dan domestik tersebut.

Catatan tim riset RMOL menunjukkan, rilis data cadangan devisa yang selama Ini kurang memberikan daya angkat pada IHSG dalam taraf tajam, kecuali bila terdapat kejutan positif.

Pola yang tak jauh berbeda diperkirakan akan terjadi pada mata uang Rupiah, di mana pada sesi perdagangan kemarin mampu menginjak zona penguatan secara konsisten. Prospek Rupiah untuk kembali menapak penguatan terlihat Masih lumayan terbuka.

Hal Ini terutama terlihat dari situasi di pasar uang global, di mana seluruh mata uang utama Dunia yang relatif mampu bertahan di zona penguatan hingga sesi perdagangan Rabu pagi Ini waktu Indonesia Barat. Pantauan terkini tim riset RMOL memperlihatkan, gerak menguat yang sekarang telah diikuti oleh mata uang Dolar Kanada, yang di beberapa hari sesi perdagangan sebelumnya terseret di zona pelemahan. Sementara mata uang Euro, Pound, serta Yen terlihat masih bertahan dalam tren penguatan yang solid, meski mengalami koreksi teknikal terbatas.

Pola demikian bisa dijadikan sinyal positif bagi Rupiah untuk setidaknya bertahan dalam rentang moderat. Rupiah masih berpeluang untuk menundukkan Dolar AS di bawah level Rp16.100, terutama bila rilis data cadangan devisa memberikan kejutan positif. Sekedar catatan tambahan, besaran cadangan devisa Indonesia yang mencapai $140,2 milyar pada bulan Juni lalu. Besaran cadangan tersebut dinilai setara dengan 6,3 bulan impor. Cadangan devisa yang terus meningkat, dengan sendirinya akan menjadi suntikan sentimen positif bagi Rupiah untuk mengkandaskan Dolar AS lebih jauh.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya