Berita

Menteri Keuangan Sri Mulyani/Net

Bisnis

Laju Ekonomi RI Melambat, Sri Mulyani Kembali Bandingkan Indonesia dengan Negara Lain

RABU, 07 AGUSTUS 2024 | 10:56 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,05 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal II tahun ini diklaim lebih baik dibandingkan negara lain.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut pertumbuhan ini masih cukup positif, meskipun pada kenyataannya laju pertumbuhan melambat dibanding kuartal I 2024.

“Ekonomi Indonesia terjaga positif di tengah situasi ekonomi global yang masih stagnan lemah. Indonesia juga menjadi salah satu negara yang mampu tumbuh di atas 5 persen di tengah concern perlambatan pada ekonomi Tiongkok dan AS," kata Sri Mulyani melalui akun Instagram resminya, @smindrawati, dikutip Rabu (7/8).


Bendahara negara itu pun merinci pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang Indonesia yang masih berada di bawah level 5 persen.

Dalam data yang dipaparkan Sri, pertumbuhan ekonomi China hanya mencapai 4,7 persen pada kuartal II 2024. Sementara, AS 3,1 persen, Korea Selatan 2,3 persen, dan Singapura 2,9 persen.

Selanjutnya, Malaysia yang mengalami pertumbuhan ekonomi lebih besar dari Indonesia mencapai 5,8 persen.

Meski demikian, Sri Mulyani juga menyoroti laporan International Monetary Fund (IMF) yang memproyeksikan ekonomi global tahun 2024 ini hanya tumbuh 3,2 persen yoy.

"Alhamdulillah, perekonomian kita masih terjaga baik ditopang oleh Investasi (tumbuh 4,43 persen yoy), ekspor yang meningkat tinggi (tumbuh 8,28 persen yoy), dan konsumsi rumah tangga yang kuat (tumbuh 4,93 persen yoy) karena daya beli masyarakat tetap terjaga," tutur Sri Mulyani.

Menurutnya, kinerja pertumbuhan ekonomi yang resilien ini memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut terlihat dari tingkat pengangguran Indonesia yang turun dari 5,45 persen pada 2023 menjadi 4,82 persen pada Februari 2024.

“Tingkat kemiskinan juga terus menurun dari 9,36 persen pada 2023 menjadi 9,03 persen pada Februari 2024. Penciptaan lapangan kerja di tahun 2024 juga meningkat dari 3,02 juta menjadi 3,55 juta orang,”kata Sri.

Dikatakan Sri, pertumbuhan ekonomi kuartal II ini terjadi di seluruh wilayah Indonesia dengan wilayah Maluku dan Papua mencatatkan pertumbuhan
ekonomi tertinggi sebesar 8,45 persen (yoy), yang ditopang kebijakan hilirisasi mineral.

Sri menegaskan bahwa pihaknya akan terus mewaspadai berbagai risiko global ke depan serta melakukan penguatan fundamental ekonomi.

"Ini melalui transformasi ekonomi, penguatan ketahanan pangan, pengembangan energi terbarukan, hilirisasi, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta perbaikan iklim investasi dan bisnis," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya