Berita

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer/BBC

Dunia

PM Inggris Janji Hukum Perusuh yang Menganiaya Migran Muslim

SELASA, 06 AGUSTUS 2024 | 16:25 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kematian tiga gadis muda di Southport pekan lalu telah dimanfaatkan kelompok ekstremis sayap kanan untuk menyebar benih kebencian terhadap komunitas migran Muslim di Inggris.

Rumor tersebut memantik aksi protes yang telah berlangsung selama berhari-hari, di mana para demonstran menyerang sejumlah lokasi yang diyakini menampung banyak migran.

Situasi ini menciptakan kekhawatiran mendalam di kalangan Muslim Inggris, mereka sampai takut pergi beribadah ke Masjid.


Merespons hal tersebut, Perdana Menteri Keir Starmer segera menggelar pertemuan darurat. Dia menegaskan bahwa kerusuhan itu tidak bisa dibiarkan.

"Apa pun motivasinya, ini bukan protes, ini kekerasan murni dan kami tidak akan menoleransi serangan terhadap masjid atau komunitas Muslim kami," kata dia, seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (6/8).

Starmer menyebut para perusuh maupun yang menebar rumor palsu tentang migran Muslim akan mendapat hukuman berat.

"Kekuatan hukum penuh akan dijatuhkan kepada semua orang yang diidentifikasi telah mengambil bagian," tegasnya.

Otoritas Kepolisian Inggris mengaku telah menangkap 378 orang perusuh selama sepekan terakhir, mereka terancam memperoleh hukuman penjara yang panjang.

Kekerasan di Inggris meletus Selasa lalu (30/7), setelah unggahan media sosial menuduh tersangka penusukan di Southport adalah seorang Islamis radikal yang baru saja tiba di Inggris dan dikenal oleh badan intelijen.

Padahal, pihak kepolisian mengatakan tersangka berusia 17 tahun dan lahir di Inggris. Mereka tidak menganggapnya sebagai insiden teroris.

Menteri Dalam Negeri Yvette Cooper menyebut para perusuh sengaja mengobarkan kebencian rasial dan kerusuhan itu bukan berasal dari kekhawatiran tentang tingkat imigrasi yang tinggi di Inggris.

"Orang-orang yang berakal sehat tidak mengambil batu bata dan melemparkannya ke polisi," tegasnya.

Kerusuhan yang melibatkan ratusan orang terus berlanjut di seluruh negeri, dengan toko-toko dijarah dan masjid serta bisnis milik orang Asia diserang.

Mobil-mobil dibakar dan beberapa video yang tidak terverifikasi di media sosial menunjukkan etnis minoritas dipukuli.

Australia dan Nigeria termasuk di antara negara-negara yang mengeluarkan peringatan kepada warga negaranya agar tidak bepergian ke Inggris.

Pada Senin malam (5/8), protes menyebar ke Plymouth di Inggris barat daya. Beberapa ratus pengunjuk rasa anti-imigrasi yang mengenakan bendera Inggris berhadapan dengan lebih banyak pengunjuk rasa tandingan, yang dipisahkan oleh polisi dengan perlengkapan anti huru hara.

Para pengunjuk rasa melemparkan batu bata dan kembang api serta bentrok dengan polisi. Sky News mengatakan tiga petugas polisi terluka.

Sehari sebelumnya pada Minggu (4/8) di Rotherham  para pengunjuk rasa mencoba masuk ke sebuah hotel yang menampung para pencari suaka.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya