Berita

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar/RMOL

Politik

Pertanyakan Koalisi Besar, Cak Imin Bawa-bawa "KIM Jong-un"

SELASA, 06 AGUSTUS 2024 | 15:59 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pembentukan koalisi menjadi strategi yang banyak dilakukan partai politik untuk memperoleh kekuatan politik yang cukup demi memenangkan pemilihan umum.

Pertanyaannya, apakah koalisi yang sudah dibentuk dalam pilpres akan sama dengan koalisi pada pilkada nanti?

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, memberikan tanggapannya terkait upaya Koalisi Indonesia Maju (KIM) membangun koalisi besar di Pilgub Jakarta 2024.


"Sampai hari ini, saya nggak ngerti KIM Plus itu apa? Pilkada itu semua pihak ya sama," kata Cak Imin di markas PKB, Jalan Raden Saleh, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/8).

Muhaimin menegaskan, PKB terbuka terhadap kemungkinan kolaborasi dengan berbagai partai politik dalam menghadapi Pilkada Jakarta.

Pada dasarnya koalisi dalam pilpres dan pilkada memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk merebut kekuasaan. Meskipun tujuannya sama, namun faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan koalisi dalam kedua konteks ini bisa berbeda.

Dalam pilpres, koalisi seringkali melibatkan partai politik yang memiliki basis dukungan yang luas di tingkat nasional. 

Sementara dalam pilkada, koalisi bisa jauh lebih fleksibel, dan dapat melibatkan partai-partai politik kecil atau partai lokal yang memiliki kepentingan spesifik di tingkat daerah.

"Jadi enggak ada KIM, enggak ada 'Jong-un', 'Kimchi' juga nggak ada. Pokoknya bagi kami itu semua partai sama," pungkas Cak Imin.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya