Berita

Prof Dr Ridha Darmajaya bersama Hasyim dan Chairuddin Lubis/Ist

Politik

Makan Siang Bersama PDIP dan PKB, Prof Ridha Mantapkan Koalisi Menuju Pilkada Medan

SENIN, 05 AGUSTUS 2024 | 20:00 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Bakal calon wali kota Prof Dr Ridha Darmajaya memantapkan koalisi pendukungnya menuju Pilkada Medan 2024. Terbaru, sosok yang berprofesi sebagai dokter ahli syaraf ini menggelar jamuan makan siang dengan pengurus DPC PDI Perjuangan dan DPC PKB Kota Medan di kawasan Jalan Pemuda, Kota Medan, Senin (5/8).

Pada jamuan makan siang itu, Prof Ridha terlihat akrab bersama Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim SE dan Ketua DPC PKB Kota Medan, Chairuddin Lubis dan jajaran pengurus kedua partai.

"Kita harapkan koalisi yang terbentuk lewat kerjasama politik antara PDIP dengan PKB menjad satu kekuatan yang sangat luar biasa.  Kita harapkan ini bisa membawa harapan bagi masyarakat kota Medan untuk menuju perubahan kota Medan ke arah yang lebih baik lagi," ujar Ketua DPC PDI Perjuangan kota Medan, Hasyim SE. 


Sementara itu Wakil Ketua DPC PKB Kota Medan, Chairuddin Lubis SE menyatakan kesiapan partainya bekerjasama dengan PDIP untuk mendukung dan memenangkan Prof Ridha menjadi walikota Medan. 

"PKB siap mendukung Prof Ridha dan siap bekerja sama dengan PDIP untuk memenangkan Prof Ridha," tegasnya. 

Menyahuti dukungan kedua partai PDIP dan PKB, Prof Ridha mengaku sangat terhormat mendapatkan kepercayaan besar yang diberikan kepadanya. 

"Ini kehormatan buat saya untuk menerima mandat dari PDIP dan PKB ini membuat saya harus kerja keras untuk menuntaskan tanggung jawab ini dengan memberikan hasil yang terbaik dan Insya Allah kita akan menang di kota Medan," katanya.
 
Disinggung mengenai koalisi selain dua partai di atas, Prof Ridha mengaku akan membuka diri bagi partai manapun yang ingin bergabung demi perubahan kota Medan ke arah yang lebih baik lagi tentunya. 

"Kita terbuka dengan partai lain yang ingin bergabung selama platform sama dan tidak bertentangan dengan kita," sebutnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya