Berita

Ilustrasi

Dunia

Tiongkok Mulai Kekurangan Guru dan Siswa

SABTU, 03 AGUSTUS 2024 | 22:03 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

  Tiongkok mulai kekurangan anak sekolah akibat penuruan natalitas dan populasi yang menua. Sejumlah provinsi pun mengurangi perekrutan guru. 

South China Morning Post melaporkan, pengurangan jumlah guru berdampak pada kemampuan negara itu menghadapi tantangan ketenagakerjaan. Dengan tenaga kerja yang sangat besar, terutama di kalangan kaum muda, menciptakan lapangan kerja yang cukup menjadi semakin sulit.

Otoritas pendidikan di provinsi timur Jiangxi, misalnya, menginformasikan bahwa posisi guru prasekolah, sekolah dasar, dan sekolah menengah tahun ini akan dipotong sebesar 54,7 persen menjadi 4.968. Angka ini kurang dari sepertiga dari perekrutannya dua tahun lalu.


Sementara di provinsi tetangga Hubei, pekerjaan guru sekolah telah turun seperlima selama periode yang sama.

Alasan utama penurunan ini tampaknya adalah menurunnya jumlah anak sekolah, karena Tiongkok mengalami periode kesuburan "sangat rendah", dengan kurang dari 1,4 kelahiran hidup per wanita selama seumur hidup.

Menurut otoritas Jiangxi, jumlah anak usia 0-15 tahun di provinsi tersebut telah menurun dalam empat tahun terakhir, dengan penurunan sebesar 480.900 tahun lalu. Ini merupakan  penurunan terbesar sejak 2020.

Dengan penurunan jumlah siswa, departemen tersebut telah menetapkan bahwa sumber daya pendidikan perlu direstrukturisasi. Keputusan ini diambil karena 20 persen sekolah pedesaan dengan jumlah siswa kurang dari 100 telah ditutup.

Keadaan yang sama terjadi di provinsi Hunan di Tiongkok bagian tengah. Tahun lalu otoritas pendidikan mengumumkan tidak akan ada taman kanak-kanak baru yang dibangun di daerah pedesaan.

Terutama, jumlah total anak di taman kanak-kanak Hunan menurun sebesar 14,79 persen menjadi 319.400 pada tahun 2023, dibandingkan dengan tahun lalu.

Kondisi serupa terjadi di seluruh negeri, dengan data nasional menunjukkan penurunan jumlah anak prasekolah untuk tahun ketiga berturut-turut.

Laporan Kementerian Pendidikan menunjukkan bahwa jumlah taman kanak-kanak pada tahun sebelumnya kurang dari 275.000, atau turun 14.800 dari tahun 2022. Jumlah pendaftar menurun pada periode yang sama sebesar 5,35 juta menjadi 40,9 juta.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya