Berita

Ilustrasi/Foto; Reuters

Bisnis

Ditunjuk sebagai CEO Boeing, Kelly Ortberg Dibebani Segudang PR Besar

JUMAT, 02 AGUSTUS 2024 | 06:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan kedirgantaraan Amerika Serikat (AS) pada Kamis (1/8) resmi menunjuk Kelly Ortberg, mantan bos Rockwell Collins sebagai nahkoda baru yang akan menjadi penentu arah kebijakan perusahaan ke depan.

Dikutip dari Reuters, Jumat (2/8), Ortberg akan memulai tugasnya pada 8 Agustus mendatang setelah CEO Boeing saat ini, Dave Calhoun, pensiun. 

Pria bergelar sarjana teknik mesin itu berencana untuk berkantor di Seattle, tempat jet 737 MAX dan 777 diproduksi.


"Saya merasa sangat terhormat dan rendah hati untuk bergabung dengan perusahaan ikonik ini," kata Ortberg dalam pernyataan dari perusahaan tersebut.

"Boeing memiliki sejarah yang luar biasa dan kaya sebagai pemimpin dan pelopor dalam industri kita, dan saya berkomitmen untuk bekerja sama dengan lebih dari 170.000 karyawan perusahaan yang berdedikasi untuk melanjutkan tradisi itu, dengan mengutamakan keselamatan dan kualitas," ujarnya.

Ortberg, yang mencatat bahwa "masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan" di Boeing, memiliki latar belakang yang dapat menjadi penyemangat bagi sebagian staf yang mengkritik manajemen Boeing karena terlalu menekankan keuangan daripada kualitas teknik. 

Ortberg mulai bekerja di industri penerbangan pada 1983 sebagai teknisi di Texas Instruments, lalu bergabung dengan Rockwell Collins pada tahun 1987 sebagai manajer program. Ia menjadi CEO Rockwell Collins pada 2013, dan pensiun dari perusahaan tersebut pada 2021.

"Kelly adalah pemimpin berpengalaman yang sangat dihormati di industri kedirgantaraan, dengan reputasi yang baik dalam membangun tim yang kuat dan menjalankan perusahaan rekayasa dan manufaktur yang kompleks," kata Ketua Boeing Steven Mollenkopf dalam sebuah pernyataan. 

"Kami berharap dapat bekerja sama dengannya saat ia memimpin Boeing melalui periode penting dalam sejarahnya yang panjang ini,"
ujarnya.

Ortberg akan memiliki daftar tugas yang Panjang dan berat ke depan, di mana ia harus memperbaiki masalah di Boeing, yang belum membukukan tahun yang menguntungkan sejak 2019. 

Sejak saat itu, kerugian operasional intinya mencapai 33,3 miliar dolar AS, termasuk kerugian yang diumumkan pekan lalu. Kerugian itu jauh lebih besar dari perkiraan analis. 

Boeing juga dipastikan akan kesulitan kembali meraih keuntungan hingga dapat meyakinkan regulator bahwa mereka telah memperbaiki masalah terkait keselamatan dan kualitas jet mereka.

Perusahaan tersebut telah mengakui bahwa dua kecelakaan 737 Max pada Oktober 2018 dan Maret 2019 yang menewaskan total 346 orang disebabkan oleh cacat desain. Kecelakaan dan waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki desain tersebut menghabiskan biaya perusahaan lebih dari 20 miliar dolar AS.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya