Berita

Duta Besar AS untuk PBB, Robert Wood/The America Times

Global

Bela Israel, AS dan Inggris Salahkan Iran atas Kematian Haniyeh

KAMIS, 01 AGUSTUS 2024 | 12:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di saat banyak negara mengecam Israel atas pembunuhan petinggi Hamas Ismail Haniyeh di pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB pada Rabu (31/7), utusan Inggris dan Amerika Serikat justru melakukan hal sebaliknya.

Duta Besar AS untuk PBB, Robert Wood membela Israel, menyebutnya memiliki hak untuk membela diri jika diserang.

Dia juga menegaskan bahwa Washington tidak memiliki hubungan dengan kematian Haniyeh.


 "Israel memiliki hak untuk membela diri terhadap serangan dari Hizbullah dan teroris lainnya," tegasnya, seperti dimuat Anadolu Ajansi.

Wood dalam kesempatan itu justru memojokkan Iran, tuan rumah di mana Haniyeh tewas, agar mematuhi resolusi DK PBB dan tidak menimbulkan ancaman keamanan di kawasan.

"Perang yang lebih luas tidak akan segera terjadi atau tidak dapat dihindari. Iran dan teroris yang didukungnya terus-menerus memicu risiko konflik regional," kata Dubes AS.

Sementara itu, Dubes Inggris untuk PBB Barbara Woodward juga menekankan bahwa meningkatnya kekerasan tidak menguntungkan siapa pun.

"Perdamaian jangka panjang tidak akan terjamin dengan bom dan peluru," tegasnya.

Ia juga menegaskan kembali komitmen Inggris yang teguh terhadap keamanan Israel, dengan mengatakan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri.

Dalam sebuah pernyataan resmi pada Rabu (31/7), Hamas mengatakan Haniyeh tewas di kedimannya di Teheran tak lama setelah menghadiri pelantikan Pezeshkian.

Hamas menyebut Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kematian Haniyeh.

"Saudara pemimpin, syahid, Mujahid Ismail Haniyeh, meninggal akibat serangan berbahaya Zionis di kediamannya di Teheran, setelah berpartisipasi dalam upacara pelantikan presiden baru Iran," ungkap Hamas di Telegram.

Perburuan terhadap pimpinan Hamas telah berlangsung selama berbulan-bulan, dan pada bulan April, tiga putra Haniyeh tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza.

Kepala badan intelijen Mossad Israel bersumpah akan membunuh Haniyeh setelah serangan teroris Hamas pada 7 Oktober menewaskan 1.200 orang dan mengakibatkan penculikan 250 orang.

Sementara Haniyeh sebelum meninggal menegaskan bahwa Hamas tidak akan menyerah di bawah tekanan Israel.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya