Berita

Direktur Program Indonesia Institute for Social Development (IISD), Ahmad Fanani/

Politik

Sambut Baik Pengesahan PP Kesehatan, IISD Beri Catatan Penting

RABU, 31 JULI 2024 | 21:31 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Indonesia Institute for Social Development (IISD), menyambut baik Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28/2024 sebagai aturan pelaksana dari Undang-Undang Nomor 17/2023 tentang Kesehatan. 

PP ini, yang terdiri atas 1172 pasal, ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 26 Juli 2024.

Adapun, salah satu aspek penting yang diatur dalam PP ini adalah ketentuan mengenai pengendalian zat adiktif, termasuk produk tembakau dilarang dijual eceran.


Direktur Program Indonesia Institute for Social Development (IISD), Ahmad Fanani, menilai pengesahan aturan tersebut sebagai langkah penting dalam transformasi kesehatan menuju Visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, PP tersebut dianggap progresif. 

“Larangan Penjualan kepada Orang di Bawah 21 Tahun: Rokok tidak boleh dijual atau diberikan kepada individu di bawah usia 21 tahun, meningkat dari batas usia 18 tahun dalam regulasi sebelumnya (PP 109 Tahun 2012),” kata Fanani dalam keterangannya, Rabu (31/7). 

Fanani pun menyambut baiik larangan penjualan rokok dalam radius 200 neter dari Satuan Pendidikan dan Tempat Bermain Anak. Menurutnya, aturan ini bertujuan meminimalisir potensi anak-anak dan pelajar untuk merokok.

Selain itu, aturan mengenai tempat merokok harus terpisah dari bangunan utama dan jauh dari lalu lalang orang sebagaimana diatur dalam Pasal 443 Ayat (5) pun sangat baik. 

Kemudian, larangan merokok atau menampilkan rokok di media apapun sebagaimana tertuang dalam Pasal 456 juga sangat positif.

Meskipun menyambut baik beberapa pengaturan progresif tersebut, Fanani mencatat beberapa kekurangan dalam PP tersebut. 

“Iklan Rokok Masih Diperbolehkan: Larangan iklan hanya berlaku di media sosial. Iklan di media lain masih diperbolehkan dengan batasan tertentu, seperti di televisi pada pukul 22.00 hingga 05.00 dan di luar ruang dengan jarak minimal 500 meter dari satuan pendidikan dan tempat bermain anak,” tuturnya.

Selain itu, iklan pada anak muda dianggap sebagai salah satu faktor signifikan yang menstimulasi anak muda untuk merokok. 

“Di ASEAN, hanya Indonesia yang masih membolehkan iklan rokok, yang dinilai menghambat upaya pengendalian epidemi rokok,” katanya. 

“Peringatan Kesehatan yang Kurang Dominan: Pictorial health warning (PHW) hanya menempati 50% dari bagian atas kemasan sisi lebar depan dan belakang, meningkat dari 40% dalam regulasi sebelumnya. Namun, berbagai riset menunjukkan PHW lebih efektif jika besaran melebihi 80%,” sambungnya.

Lebih jauh, Fanani menegaskan bahwa pengesahan PP 28/2024 ini bukanlah akhir dari upaya mengatasi darurat tembakau, tetapi menunjukkan niat baik pemerintah untuk memperbaiki kondisi. 

“Ppenting pengawalan terhadap implementasi PP ini agar semua pihak mematuhi aturan yang ditetapkan demi kesehatan masyarakat,” pungkasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya