Berita

Pengamat politik Unimal, M Akmal/RMOLAceh.

Politik

Bustami Hamzah Lawan Terkuat Mualem di Pilgub Aceh 2024

SENIN, 29 JULI 2024 | 22:37 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA


Pengamat politik dari Universitas Malikul Saleh (Unimal), M Akmal mengatakan, Bustami yang saat ini menduduki posisi Penjabat (Pj) Gubernur Aceh sebagai rival atau lawan terkuat Muzakkir Manaf alias Mualem dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Aceh 2024 mendatang. 

Hal tersebut dapat dilihat dari sikap dan dukungan relawan dan simpatisan Bustami.

"Kalau saya pribadi melihat hari ini, karena isu pak Bustami makin terkuak, rival terkuat Mualem ya Bustami. Kalau saya dapat mengatakan, Bustami itu kuda hitam, Mualem itu kuda putih, ini contoh saja," kata M Akmal usai dialog interaktif Carut Marut Pencalonan Gubernur Aceh" Adakah Rival Muzakkir Manaf", di Banda Aceh, Senin (29/7).

"Kalau saya pribadi melihat hari ini, karena isu pak Bustami makin terkuak, rival terkuat Mualem ya Bustami. Kalau saya dapat mengatakan, Bustami itu kuda hitam, Mualem itu kuda putih, ini contoh saja," kata M Akmal usai dialog interaktif Carut Marut Pencalonan Gubernur Aceh" Adakah Rival Muzakkir Manaf", di Banda Aceh, Senin (29/7).

Menurut Akmal, jika Mualem mempunyai lawan yang kuat dalam Pilkada mendatang itu merupakan hal yang baik. Dengan begitu, Mualem mempunyai sistem perlawanan yang kuat juga.

"Mualem punya rival yang kuat, dan itu bagus, jadi dia akan punya suatu sistem perlawanan yang kuat, kalau beliau (Bustami) setuju mundur, kita juga bangga," ujar Akmal.

Akmal, melihat dari kondisi saat ini, Mualem diperkirakan akan mengambil Calon Wakil Gubernur (Cawagub) dari internal Partai Aceh (PA). Namun meskipun begitu, politik sangat dinamis bisa jadi Cawagub yang akan bersanding dengan Mualem diluar internal PA.

"Tapikan politik bisa berubah pada last minute, itu bisa jadi Mualem  mengambil Wakil di luar itu," ujar pria yang juga Dosen Politik ini.

Akmal juga berpandangan, bahwa dengan perubahan perpolitikan di Indonesia saat ini, maka gagasan dari seorang Calon Gubernur (Cagub) tidak akan mempengaruhi elektabilitas maupun elektoral politik seseorang calon. Menurutnya yang dapat mempengaruhi itu semua adalah money politik (Politik uang).

"Ujung - ujungnya duit, kita mau larang masyarakat tidak terima amplop, tidak bisa, karena 60 persen pemilih ya mereka di desa," pungkasnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya