Berita

Kolase bendera PDIP dan Golkar/RMOL

Politik

Pilkada Banten 2024

PDIP Dinilai Tengah Mengunci Golkar

SENIN, 29 JULI 2024 | 14:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sikap pasif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terkait Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2024, dinilai sebagai strategi dalam melobi Partai Golongan Karya (Golkar) agar menyetujui tawaran politik mereka. 

Pengamat politik Citra Institute, Efriza menilai, PDIP akan menunggu hingga batas akhir waktu pendaftaran pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub-cawagub) untuk meloloskan nama yang mereka inginkan. 

"PDIP memungkinkan hanya menunggu Partai Golkar agar ia memperoleh kans dapat kursi Cawagub dengan potensi menang besar," ujar Efriza kepada RMOL, Senin (29/7). 


Dalam pandangan Efriza, PDIP tidak mungkin berkoalisi dengan Koalisi Banten Maju yang diinisiasi Partai Gerindra dan partai-partai yang mendukung Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2024, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Di samping itu, dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang (Unpam) itu meyakini PDIP punya sejarah kebersamaan dengan Golkar pada Pilgub Banten. Di mana Rano Karno pernah dipasangkan sebagai cawagub Banten bersama Ratu Atut Chosiyah. 

Karena itu, Efriza meyakini PDIP akan merapat ke Golkar untuk mendukung pengusungan Airin Rachmi Diany sebagai cagub Banten. 

"PDIP hanya sedang mengunci Golkar dan Atut, bahwa mereka butuh PDIP. Agar opsi cawagub dari PDIP diterima. Jika tidak, maka Andra-Dimyati yang dicalonkan Koalisi Banten Maju akan menghadapi kotak kosong dan juga dinasti politik Atut akan meredup kansnya," demikian Efriza. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya