Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Ketegangan Timur Tengah Meningkat, Harga Minyak Dunia Naik Pagi Ini

SENIN, 29 JULI 2024 | 10:44 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Harga minyak dunia terpantau naik di awal pekan ini pada Senin (29/7), dan dilaporkan berhasil memangkas kerugian di minggu lalu.

Seperti dikutip dari Reuters, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman September 2024 naik 20 sen atau 0,3 persen ke 81,33 Dolar AS per barel. 

Sementara, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman September 2024 naik 9 sen atau 0,1 persen menjadi 77,25 Dolar AS per barel.


Sedangkan pada pekan lalu, harga minyak Brent anjlok 1,8 persen dan WTI melemah 3,7 persen karena menurunnya permintaan minyak China dan harapan akan kesepakatan gencatan senjata Gaza.

Menguatnya minyak dunia ini diyakini terjadi atas meningkatnya kekhawatiran konflik yang meluas di Timur Tengah usai serangan roket di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel pada Sabtu (27/7) yang menewaskan 12 remaja dan anak-anak.

Atas serangan tersebut, Israel bersumpah untuk membalas Hizbullah di Lebanon yang diduga bertanggung jawab atas serangan itu. Jet Israel menyerang target di Lebanon selatan pada hari Minggu.

Hizbullah yang didukung Iran membantah bertanggung jawab atas serangan itu. Konflik itu telah menyebar ke beberapa front dan berisiko meluas menjadi konflik regional yang lebih luas.

"Kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mendorong pembelian baru, tetapi kenaikan dibatasi oleh kekhawatiran yang masih ada tentang melemahnya permintaan di Tiongkok," kata seorang analis di Fujitomi Securities, Toshitaka Tazawa.

Sementara itu dari sisi permintaan, data yang dirilis awal bulan ini menunjukkan bahwa total impor bahan bakar minyak Tiongkok turun 11 persen pada paruh pertama tahun 2024. Hal ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang prospek permintaan yang lebih luas di China, sebagai importir minyak mentah terbesar di dunia.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya