Berita

Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Azrul Tanjung saat ditemui di Gedung Pusat Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jumat (26/7)/RMOL

Bisnis

Muhammadiyah Ogah Terima IUP Jika Lokasi Tambang Kualitas Jelek

JUMAT, 26 JULI 2024 | 16:13 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah telah melakukan rapat pleno untuk mengambil atau tidak Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diberikan pemerintah.
 
Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Azrul Tanjung menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan pertimbangan panjang sebelum memutuskan selama tiga bulan terakhir ini terkait izin tambang tersebut. 

Organisasi yang berdiri sejak 1912 itu keputusan pemerintah di mana lokasi tambang yang diberikan pemerintah yang ditawarkan ke Muhammadiyah.


"Tentu akan mengambil ini kita punya pertimbangan-pertimbangan, karena pemerintah sampai hari ini belum menentukan titik mana  yang akan diberikan, ini ada 6 titik, ada yang paling bagus sudah diklaim untuk ormas atau ormas B,jadi kita harus tahu dulu titik mana," kata Azrul ketika ditemui di Gedung Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/7).

Selain itu, Muhammadiyah juga ingin memastikan daerah mana yang diberikan serta titik tersebut ada batu baranya atau tidak untuk dilakukan aktivitas tambang oleh Muhammadiyah.

"Karena yang diberikan terbatas ya. hanya ada enam enam lokasi, di luar itu tidak boleh, ini yang harus kita pahami dulu. maka setelah kita diberi tahu titiknya Nanti ya, walaupun saya secara pribadi sudah punya gambaran nya baru kita akan tentukan, mengambil atau tidak mengambil," jelasnya.

Azrul berharap pekan ini Muhammadiyah telah mengetahui titik mana yang akan diberikan pemerintah. Sehingga, organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu bisa bersikap tegas mengambil atau tidak, izin konsesi tambang itu.

"Kalau sudah titik itu diberikan maka kita akan menentukan sikap mengambil atau tidak, ya sekarang tuh kalau dalam perjalanannya sudah lampu kuning menuju lampu hijau," ungkap dia.

Azrul mengatakan apa yang diberikan pemerintah ini merupakan niat baik dan Muhammadiyah akan mempertimbangkan lebih matang.

"Kita beranggapan ini niat baik negara atau niat baik pemerintah yang memberikan kepada ormas konsesi khusus tapi kita kan gak bisa milih konsesi khusus, ini yang juga menjadi dilema ya jangan jangan yang diberikan itu sudah tidak ada batu baranya kan kena X dari 6 perusahaan itu," tutupnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya