Berita

Pos Indonesia/Net

Bisnis

Pos Indonesia Bakal Transformasi Jadi Holding Logistik BUMN

KAMIS, 25 JULI 2024 | 18:05 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Perusahaan pelat merah, PT Pos Indonesia, bakal menjadi Holding Logistik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Ke depan Pos Indonesia akan menjadi logistic company. Kami disiapkan menjadi Holding Logistik. Pos Indonesia akan beralih dari networking ke perusahaan logistik," kata Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi, dikutip Kamis (25/7).

Menurutnya, saat ini perusahaannya sedang dalam proses transformasi menuju perusahaan logistik, setelah sebelumnya bertransformasi dari perusahaan jaringan ke platform company.


Sebagai bagian dari transformasi ini, Pos Indonesia telah ditunjuk sebagai Project Management Officer (PMO) untuk Klaster Logistik BUMN, sebelum nantinya menjadi Holding Logistik BUMN.

"Melalui pembentukan BUMN Klaster Logistik, terdapat potensi terbentuknya layanan logistik secara end-to-end yang dimiliki oleh anggota Klaster BUMN Logistik, sehingga menjadi keunggulan kompetitif untuk memperkuat posisi layanan BUMN dalam pasar logistik nasional," jelasnya.

Faizal berharap, dengan adanya Holding Logistik, biaya logistik di Indonesia bisa menjadi lebih efisien dan terjangkau. 

Saat ini, biaya logistik di Indonesia kata Faizal masih tinggi mencapai 23 persen, dibandingkan dengan rata-rata global yang hanya 12 persen.

Ia juga menekankan pentingnya melanjutkan pondasi yang telah diletakkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya