Berita

Presiden Prancis, Emmanuel Macron/POLITICO

Dunia

Prancis Batal Angkat PM Baru Gegara Olimpiade Paris

KAMIS, 25 JULI 2024 | 09:52 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Penunjukkan perdana menteri Prancis baru terpaksa ditunda karena pemerintah ingin berkonsentrasi pada Olimpiade Paris 2024.

Hal itu disampaikan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang menolak desakan aliansi sayap kiri yang meminta agar nama PM baru segera diumumkan.

"Tentu saja kami perlu berkonsentrasi pada Olimpiade hingga pertengahan Agustus,” kata Macron dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP pada Kamis (25/7).


Macron berjanji setelah gelaran Olimpiade Paris, dirinya akan mengangkat PM baru dan mempersilakannya membentuk pemerintahan.

“Saya akan bertanggung jawab untuk menunjuk seorang perdana menteri dan mempercayakan mereka tugas membentuk pemerintahan, dengan dukungan seluas mungkin setelah Olimpia,” tegasnya.

Kebijakan politik Macron belakangan menjadi perhatian karena dia secara tiba-tiba membubarkan parlemen dan mempercepat pemilihan.

Putaran kedua pemilu menghasilkan Majelis Nasional tanpa mayoritas kursi yang jelas.

Aliansi NFP sayap kiri muncul sebagai kelompok terbesar dengan 193 kursi, dibandingkan dengan 164 kursi yang diraih oleh kubu sayap tengah Macron dan 143 kursi yang diraih oleh National Rally (RN) dan sekutunya yang berhaluan sayap kanan.

Menilai diri mereka sendiri sebagai pemenang dengan kursi terbanyak, partai-partai sayap kiri telah bertengkar selama berminggu-minggu mengenai calon perdana menteri.

Mereka akhirnya menghasilkan kandidat konsensus, ekonom yang kurang dikenal dan pegawai negeri senior Lucie Castets.

Bekerja untuk pemerintah kota Paris, Castets sama sekali tidak dikenal masyarakat luas.

Pria berusia 37 tahun itu mengatakan bahwa dia telah menerima penunjukkan tersebut dengan penuh kerendahan hati dan yakin dirinya memang kredibel sebagai PM.

Macron sendirilah yang harus mencalonkan perdana menteri baru.

Para pemimpin sayap kiri dengan cepat mengecam posisi Macron.

"Presiden ingin memaksakan front republiknya kepada kita dengan paksa," kata Jean-Luc Melenchon, ketua partai sayap kiri France Unbowed (LFI).

Partai-partai membuat aliansi sementara pada putaran kedua untuk mencegah RN untuk mencapai mayoritas secara keseluruhan.

Namun Macron telah menyamakan LFI dan RN sebagai kelompok ekstrem dan menyerukan koalisi pemerintahan yang luas yang akan meminggirkan keduanya setelah pemilu.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya