Berita

Petugas polisi Washington menyemprotkan cairan merica ke arah demonstran yang melakukan protes anti-Netanyahu pada Rabu, 24 Juli 2024/SBS News

Dunia

Polisi AS Pakai Semprotan Merica untuk Bubarkan Demonstran Anti-Netanyahu

KAMIS, 25 JULI 2024 | 09:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Aksi damai para pengunjuk rasa pro-Palestina di luar Gedung Capitol Amerika Serikat pada Selasa (24/7) diwarnai dengan kericuhan.

Polisi Washington tidak segan menggunakan semprotan merica untuk menghentikan kegaduhan para demonstran yang memboikot pidato Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu di depan Kongres.

“Masyarakat tidak mematuhi perintah kami untuk mundur dari garis polisi. Kami menyebarkan semprotan merica kepada siapa pun yang mencoba melanggar hukum dan melewati garis itu,” kata polisi dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat CBS News.


Dikatakan bahwa protes berlangsung damai selama beberapa jam pertama hingga sekitar setengah jam sebelum pidato para demonstran mulai menerobos blokade polisi yang menggunakan semprotan merica, sehingga melukai beberapa pengunjuk rasa.

Pihak berwenang telah menutup lalu lintas di sekitar Capitol sebelum pidato tersebut dengan pengamanan yang sangat ketat.

Sementara itu di depan Kongres, Netanyahu menyebut para pengunjuk rasa yang menentang kedatangannya sebagai orang idiot yang mau saja didanai Iran.  

“Ketika para tiran di Teheran yang menggantung kaum gay dan membunuh perempuan karena tidak menutupi rambut mereka memuji, mempromosikan, dan mendanai Anda, Anda secara resmi telah menjadi orang-orang idiot yang berguna di Iran,” sindir Netanyahu.

Sebuah panggung di luar Capitol dipenuhi dengan spanduk-spanduk termasuk sebuah panggung yang menyatakan pemimpin Israel sebagai "Penjahat Perang yang Dicari" mengenai surat perintah penangkapan yang diminta oleh jaksa Pengadilan Kriminal Internasional.

Di dekatnya, para pengunjuk rasa meletakkan hampir 30 peti mati karton seukuran manusia yang dibungkus dengan bendera Palestina.

“Saya ingin semua bantuan (untuk) ditangguhkan ke Israel karena tindakan mereka di Gaza,” kata Bradley Cullinan, yang mengatakan ia melakukan perjalanan ke wilayah tersebut dari Columbus, Ohio, 400 mil jauhnya.

Aktor pemenang Oscar Susan Sarandon naik ke panggung dan mengutuk jumlah korban tewas.

“Tidak ada seorang pun yang bebas sampai semua orang bebas,” kata Sarandon.

Puluhan anggota parlemen dari Partai Demokrat melewatkan pidato Netanyahu di Kongres, menyatakan kekecewaan atas ribuan kematian warga sipil dan krisis kemanusiaan akibat kampanye Israel di Gaza.

Anggota kelompok Yahudi ultra-Ortodoks membawa bendera Palestina dan tanda bertuliskan "Bebaskan Palestina" dan "Anti-Zionisme bukanlah antisemitisme."

Sementara sekelompok pengunjuk rasa muda menari mengikuti musik Arab dan membawa spanduk besar bertuliskan "Hentikan Mempersenjatai Israel" dan "Hentikan Mempersenjatai Israel" dan " Hentikan Kejahatan Perang di Gaza."

Kunjungan Netanyahu ke Amerika memicu gelombang aktivitas protes, dengan beberapa demonstrasi mengecam Israel dan yang lain menekan agar dia mau mencapai kesepakatan gencatan senjata dan memulangkan sandera yang masih ditahan oleh Hamas.

Keluarga dari beberapa sandera yang tersisa mengadakan aksi protes pada Selasa malam (23/7) di National Mall, menuntut Netanyahu untuk berdamai dengan Hamas dan membawa pulang sekitar 120 sandera Israel yang tersisa di Gaza.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya