Berita

Ilustrasi pabrik otomotif (Foto: theneweconomy.com)

Bisnis

Aktivitas Pabrik Masih Lesu, IHSG Ambles di Bawah 7.300

RABU, 24 JULI 2024 | 16:25 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Rilis data indeks PMI flash (purchasing manager index) dari berbagai kawasan menyajikan kabar yang kurang menggembirakan. Laporan yang berhasil dihimpun menyebutkan aktivitas manufaktur di Australia dan Jepang yang mampu membukukan pertumbuhan. Namun di kawasan Eropa jatuh dalam kontraksi.

Rilis data yang sedang sangat dinantikan investor ini akhirnya gagal menyelamatkan bursa saham dari kesuraman yang sebelumnya dipicu oleh kinerja keuangan buruk dari Google dan Tesla. Laporan lebih rinci menyebutkan, Indeks PMI flash di Jerman yang hanya mencapai 42,6 yang mencerminkan terjadinya kontraksi aktivitas manufaktur di negeri dengan perekonomian terbesar Eropa itu. Kisaran indeks tersebut juga di bawah ekspektasi pasar yang sebesar 44.

Sementara dari Inggris dilaporkan, Indeks PMI flash yang berada di kisaran 51,8 dibanding ekspektasi pasar di kisaran 51,1. Rilis tersebut menandakan aktivitas manufaktur di negeri itu yang lumayan melegakan.


Dengan cepat, rilis data tersebut membuat investor melanjutkan aksi jual hingga menjerumuskan Indeks dalam penurunan yang semakin dalam. Tekanan jual berlanjut, namun belum mampu untuk merontokkan indeks dalam rentang lebih tajam.

Hingga sesi perdagangan di Asia berkahir, Indeks Nikkei (Jepang) menjadi yang terburuk dengan runtuh 1,11 persen setelah terhenti di 39.154,85. Gerak turun lebih moderat dibukukan indeks KOSPI (Korea Selatan) yang terkoreksi 0,56 persen di 2.758,71. Sedangkan indeks ASX 200 (Australia) melemah tipis 0,09 persen di 7.963,7.

Sementara dalam sesi pembukaan perdagangan di Bursa Utama Eropa terlihat, seluruh Indeks yang terpangkas curam. Hingga ulasan Ini disunting, Indeks DAX (Jerman) runtuh 1,02 persen di 18.367,56, Indeks FTSE (Inggris) melemah 0,47 persen di 8.129,22, dan indeks CAC (Perancis) merosot 1,72 persen di 7.468,13.

Gerak merah seluruh indeks di Bursa Utama Asia dan Eropa membuat pelaku pasar di Jakarta tak berdaya hingga memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kukuh di zona pelemahan. IHSG terpantau konsisten menapak pelemahan di sepanjang sesi perdagangan hari ini, Rabu 24 Juli 2024. IHSG menutup sesi dengan tenggelam 0,7 persen di 7.262,76 yang sekaligus gagal bertahan di atas level psikologis nya di kisaran 7.300-an.

Pantauan lebih rinci menunjukkan, penurunan IHSG yang tercermin solid dari gerak saham-saham unggulan. Nyaris seluruh saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan nyungsep dalam zona merah, seperti: BBRI turun 0,2 persen di Rp 4.780, BMRI turun 2,26 persen di Rp 6.475, BBCA turun 0,98 persen di Rp 10.075, dan TLKM turun 3,16 persen di Rp 3.160. kinerja saham-saham yang tergabung dalam idxbumn20 terlihat berkontribusi besar dalam koreksi IHSG kali ini, di mana idxbumn20 terpangkas tajam 1,0 persen di 391,68.

Sejumlah kecil saham unggulan juga terlihat masih bertahan positif, namun dalam rentang yang cenderung terbatas, seperti: BBNI naik 0,99 persen di Rp5.100, ADRO naik 1,27 persen di Rp 3.170, dan ASII menguat 1,79 persen di Rp 4.530.

Dominasi tekanan jual juga terjadi di pasar uang, di mana seluruh mata uang utama dunia kompak merosot. Rilis Indeks PMI flash Jerman yang buruk membuat mata uang Euro runtuh tak tertahankan. Situasi ini dengan mudah memaksa mata uang Asia sulit untuk bangkit. Mata uang Asia hanya mampu membukukan gerak mixed dalam rentang sangat tipis.

Terkhusus pada Rupiah, gerak melemah terlihat konsisten di sepanjang sesi perdagangan, setelah sempat membuka dengan penguatan tipis di pagi hari. Sebagaimana diperkirakan sebelumnya, gerak turun Rupiah akhirnya hanya berada di rentang terbatas. Hingga sesi perdagangan sore berlangsung, Rupiah tercatat diperdagangkan di kisaran Rp 16.210 per Dolar AS atau melemah sangat tipis 0,04 persen.

Secara keseluruhan, investor kini menantikan rilis data indeks PMI flash dari Amerika Serikat pada malam nanti waktu Indonesia Barat.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya