Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/Ist

Bisnis

Menko Airlangga Ungkap 3 Mesin Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

RABU, 24 JULI 2024 | 16:24 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pertumbuhan ekonomi nasional perlu dimaksimalkan melalui tiga mesin utama dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, tiga mesin utama tersebut yakni ekonomi konvensional seperti infrastruktur, perdagangan, manufaktur, dan pertanian harus direvitalisasi dan ditingkatkan kapasitasnya melalui investasi dan perluasan akses pasar.

Kedua, membangun mesin ekonomi baru seperti digitalisasi, kecerdasan artifisial, semikonduktor, ekonomi hijau dan transisi energi, yang akan berfungsi sebagai akselerator pertumbuhan untuk generasi masa depan.


Ketiga, melalui mesin ekonomi Pancasila, yaitu berkeadilan dan inklusif yang harus disempurnakan untuk menjaga kesinambungan sosial ekonomi.

"Ini bertujuan untuk penciptaan nilai tambah sehingga daya saing produk semakin baik, investasi lebih banyak masuk, dan penyerapan tenaga kerja semakin meningkat,” kata Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/7).

Di sisi lain, Airlangga menyebut salah satu upaya mengembangkan ekonomi baru dalam transformasi ekonomi ke depan adalah program hilirisasi industri. Secara spasial hilirisasi berhasil mengerek perekonomian di provinsi-provinsi wilayah timur.

Ada tiga wilayah di Indonesia Timur dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi, yakni Maluku dan Papua sebesar 12,15 persen, Sulawesi 6,35 persen, dan Kalimantan 6,17 persen dengan dorongan kegiatan pertambangan, industri logam, dan pembangunan IKN.

"Transformasi itu menunjukkan bagaimana hilirisasi mampu meningkatkan nilai tambah dan mendistribusikan manfaat ekonomi secara lebih merata di seluruh Indonesia," tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya