Berita

Gedung Coca-Cola di Zagreb, Kroasia/AFP

Bisnis

Penjualan Coca Cola Naik Jadi Rp201 T di Kuartal II 2024

RABU, 24 JULI 2024 | 15:48 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Produsen merek minuman Coca Cola membukukan penjualan sebesar 12,4 miliar Dolar AS atau sekitar Rp201 triliun pada kuartal II-2024.

Angka penjualan ini naik tiga persen dibandingkan periode tahun lalu dan melampaui ekspektasi pasar.

Seperti dikutip dari Associated Press, Rabu (24/7), laba bersih Coca-Cola tercatat mencapai 2,4 miliar Dolar AS (Rp39 triliun) pada periode April-Juni 2024, turun lima persen dari periode lalu namun lebih tinggi dari perkiraan analis.


"Permintaan konsumen secara keseluruhan masih cukup kuat," kata Kepala dan CEO Coca Cola James Quincey dalam pernyataannya.

Dengan meningkatnya kinerja penjualan di kuartal II yang lewat dari ekspektasi ini, Coca Cola lantas memperkirakan bahwa pertumbuhan penjualan dapat mencapai 9-10 persen di sepanjang tahun ini.

Pendapatan perusahaan minuman bersoda asal AS itu masih tetap tumbuh meski Coca Cola menghadapi boikot dari beberapa negara, terutama Indonesia karena diduga berafiliasi dengan Israel. 

Selain itu, penjualan juga masih tetap meningkat, meski perusahaan tersebut berulang kali menaikkan harga produknya sebanyak sembilan persen pada kuartal kedua, setelah kenaikan 13 persen di triwulan sebelumnya.

Quincey beralasan kenaikan harga itu terpaksa dilakukan karena lonjakan biaya operasional.

“Kita masih menghadapi kenaikan biaya input, khususnya harga komoditas pertanian,” kata Quincey.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya