Berita

Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan/Ist

Publika

Setelah RK dan Kaesang Balik Kanan, Siapa Lawan Anies?

OLEH: TONY ROSYID*
SELASA, 23 JULI 2024 | 16:05 WIB

RIDWAN KAMIL dan Golkar mengambil sikap realistis. Golkar lebih memilih untuk usung Ridwan Kamil maju di Jawa Barat dari pada di Jakarta. 

Anies Baswedan terlalu kuat di Jakarta. Petahana, punya pendukung fanatik dan solid yang terkonsolidasi sejak Pilgub 2017 lalu. Sementara di Jawa Barat, Ridwan Kamil adalah petahana. Peluang untuk mengambil Jawa Barat lebih mudah dari pada harus tertatih-tatih dan berdarah-darah di Jakarta.

Bujuk rayu Joko Widodo alias Jokowi, Gerindra dan PAN kepada Ridwan Kamil untuk melawan Anies di Jakarta ternyata kandas. 


Dedi Mulyadi dan Bima Arya yang sedianya disiapkan Gerindra dan PAN untuk maju di Jawa Barat pun mengalami situasi yang sulit setelah Ridwan Kamil memutuskan untuk balik lagi ke Jawa Barat.

Anies terlalu tangguh untuk dilawan. Kelas Anies adalah capres. Kesalahan strategi di Pilpres 2024 kemarin membuat Anies kalah. 

Peluang menang sesungguhnya sangat besar. Karena sosok Anies cukup sempurna untuk dijual. Sayangnya, timses Anies tidak diisi oleh orang-orang yang bermental pemenang. 

Anies dan para pendukungnya mesti belajar dari kesalahannya di capres kemarin jika ingin tetap punya harapan kedepan.

Kalah di pilpres, Anies maju lagi di Pilgub Jakarta. Anies turun kelas dan belum menemukan lawan seimbang.  Ridwan Kamil digadang-gadang untuk lawan Anies. Pada akhirnya balik kanan. Popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas Anies di Jakarta terlalu kokoh untuk ditandingi. 

Tidak hanya Ridwan Kamil yang balik kanan, tapi juga Kaesang Pangarep. Putra bungsu Jokowi ini pun tidak jadi maju ke Jakarta. Jangan lihat Kaesang dan PSI-nya. Terlalu kecil untuk berkhayal mampu melawan Anies. Tapi, lihatlah sosok di balik Kaesang dan PSI. Dia adalah Jokowi. Presiden terkuat pasca reformasi. 

Di pilpres lalu, Jokowi dengan sangat mudah kalahkan Ganjar Pranowo yang di-back up oleh Megawati Soekarnoputri. Ketua umum PDIP, partai pemenang tiga periode. Jokowi juga dengan mudah kalahkan Anies yang di-back up Jusuf Kalla dan Surya Paloh. Tapi di Jakarta, scope pertarungannya lebih kecil. Pada 2017, Anies pernah kalahkan Ahok yang full dan at all cost di-back up oleh Jokowi dan Megawati.

Beda pilpres dengan pilgub. Pilpres wilayahnya sangat luas, bahkan sampai daerah terpencil. Ini menyulitkan bagi capres di luar penguasa untuk memantau kecurangan. 

Tapi Pilgub beda. Pilgub mudah dipantau dan dikontrol. Anies dengan kesolidan timses dari PKS dan partai pengusung lainnya, serta para pendukung militannya akan dengan mudah menjangkau semua wilayah, hingga ke setiap TPS. 

Tidak ada tempat yang lepas dari pantauan timses Anies. Di sini, kecurangan dan keculasan yang biasa dilakukan oleh penguasa akan menemukan kesulitan. Inilah di antara pertimbangan yang mungkin membuat Ridwan Kamil dan Kaesang berhitung kalau harus melawan Anies di Jakarta.

Hingga saat ini, Anies belum menemukan lawan tanding setara di Pilgub Jakarta. Kecuali jika Jokowi turun kelas, mau nyagub di Jakarta untuk melawan Anies. Ini baru seimbang. Dan pastinya sangat seru. Masalahnya, apakah aturan membolehkan seorang presiden dua periode nyagub?


*Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya