Berita

Anggota Bawaslu Lolly Suhenty/Ist

Bawaslu

Bawaslu Daerah Diminta Buka Informasi Hasil Pengawasan Pilkada 2024

SENIN, 22 JULI 2024 | 13:07 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) tingkat daerah diminta untuk membuka informasi mengenai hasil pengawasan pemilihan kepalada daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Menurut Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty, kerja pengawasan jajaran di tingkat provinsi dan kabupaten/kota mesti diketahui publik.

"Beberapa jajaran tidak melakukan publikasi kerja pengawasan. Data-data hanya disimpan saja dalam kaca dan lemari. Sehingga tidak diketahui oleh publik," kata Lolly dikutip dari laman bawaslu.go.id, Senin (22/7).


Dia mengungkapkan, langkah evaluatif telah dilakukan jajaran pusat dengan menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Nasional tentang Penguatan Pencegahan, Pelanggaran, Partisipasi, dan Hubangan Masyarakat, di Kota Banda Aceh, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Lolly, Rakornas tersebut merupakan forum untuk konsolidasi dan evaluasi kerja pengawasan tahapan pemutkahiran data pemilih (mutarlih), dan pekan terakhir pengawasan pencocokan dan penelitian (coklit) Pemilihan 2024.

"Maka konsolidasi ini sangat diperlukan dengan cepat supaya informasi dari Bawaslu bisa disampaikan kepada publik dengan terang benderang. Data serta fakta yang disebar harus akurat," sambungnya.

Saat ini, Bawaslu tengah melakukan pengawasan melekat terhadap tahapan coklit data pemilih Pilkada Serentak 2024 di 508 kabupaten/kota dan 37 provinsi.

Bawaslu sebagai lembaga pengawasan pemilu dan pemilihan diamanatkan menjaga pelaksanaannya bisa langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.



Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya