Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

40 Persen Perusahaan Jepang Tidak Berniat Gunakan Teknologi AI

JUMAT, 19 JULI 2024 | 10:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebagian besar perusahaan di Jepang tidak memiliki rencana untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

Hal itu terungkap dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Nikkei Research, di mana hampir seperempat perusahaan di negara itu telah mengadopsi kecerdasan buatan (AI) dalam bisnis mereka, sementara lebih dari 40 persen lainnya mengaku tidak memiliki rencana untuk memanfaatkan teknologi mutakhir tersebut.

Dikutip dari Reuters, Jumat (19/7), survei tersebut dilakukan dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada 506 perusahaan selama 3-12 Juli dengan sekitar 250 perusahaan menanggapi, dengan syarat anonimitas.


Sekitar 24 persen responden mengatakan mereka telah memperkenalkan AI dalam bisnis mereka dan 35 persen berencana untuk melakukannya, sedangkan 41 persen sisanya tidak memiliki rencana seperti itu, yang menggambarkan berbagai tingkat penerimaan inovasi teknologi di perusahaan-perusahaan Jepang.

Ketika ditanya tentang tujuan saat mengadopsi AI dalam pertanyaan yang memperbolehkan banyak jawaban, 60 persen responden mengatakan mereka tengah berupaya mengatasi kekurangan pekerja, sementara 53 persen ingin memangkas biaya tenaga kerja, dan 36 persen ingin mempercepat penelitian dan pengembangan.

Mengenai hambatan untuk memperkenalkan program ini, seorang manajer di sebuah perusahaan transportasi menyebutkan adanya faktor kecemasan di antara karyawan atas kemungkinan pengurangan jumlah tenaga kerja.

Menurut survei, kendala lainnya mencakup kurangnya keahlian teknologi, belanja modal besar, dan kekhawatiran tentang keandalan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya