Berita

Prabowo Subianto/RMOL

Politik

Prabowo Berambisi Cetak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

KAMIS, 18 JULI 2024 | 22:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menteri Pertahanan sekaligus Presiden Terpilih Prabowo Subianto meyakini ekonomi Indonesia ke depan bisa tumbuh mencapai 8 persen.

Hal itu disampaikan dalam acara Peluncuran Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0 dan White Paper OMP Beyond 2024 serta Penyampaian Hasil Capaian PSN dan KEK di Hotel ST Regis, Kuningan, Jakarta, Kamis (18/7).

"Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto) optimis ekonomi bisa mencapai lebih dari 5 persen pertumbuhan. Kalau saya lebih berani lagi, saya optimis kita bisa mencapai 8 persen,” kata Prabowo.


Bahkan Prabowo mengaku target tersebut sempat dibicarakan bersama para menteri lain di negara tetangga.

"Ada beberapa menteri dari sebuah negara yang taruhan sama saya. ‘Your excellency, if you can achieve 8 percent growth, once'. Dalam lima tahun mendatang, kita mencapai 8 persen. Kalau kami mencapai 8 persen, you harus beli saya makan malam," cerita Prabowo bersama para menteri tanpa menyebut negaranya.

Meski demikian, Ketua Umum Partai Golkar ini menyadari target tersebut tidak mudah dicapai. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan efisiensi dan pengelolaan ekonomi yang baik.

“Kekayaan kita sangat besar, potensi kita sangat besar, tapi memang kita harus lebih efisien, kita harus kelola dengan baik. Ambil kebijakan yang masuk akal dan kita harus bertekad untuk mitigasi kebocoran dan penyelewengan," tegasnya.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah penggunaan teknologi dan memaksimalkan program-program strategis nasional.

“Seperti program one map policy, e-catalog, dengan teknologi di semua bidang kita sangat mungkin mengurangi ketidakefisienan. Saya yakin dan percaya bahwa kebijakan-kebijakan seperti ini akan membuahkan hasil," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya