Berita

Ilustrasi/Net

Tekno

Berkat AI, Pasar Smartphone Global Naik 6,5 Persen

SELASA, 16 JULI 2024 | 14:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar telepon pintar dilaporkan mengalami pertumbuhan sebesar 6,5 persen pada kuartal kedua 2024. Ini berkat strategi yang dilakukan produsen besar seperti Samsung Electronics dan Apple.

Menurut firma riset IDC, kenaikan yang terjadi pada kuartal keempat berturut-turut disebabkan beberapa faktor, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan oleh pembuat ponsel pintar untuk menarik konsumen.

"Ada banyak kegembiraan di pasar telepon pintar, berkat harga jual rata-rata yang lebih tinggi dan perbincangan seputar telepon pintar AI generasi mendatang, yang diharapkan menguasai 19 persen pasar tahun ini," kata Nabila Popal, direktur penelitian tim Worldwide Tracker IDC, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (16/7).


"Karena Apple dan Samsung terus berusaha keras menguasai pasar dan mendapatkan keuntungan terbesar dari tren premium yang sedang berlangsung, banyak OEM terkemuka Tiongkok meningkatkan pengiriman di kelas bawah dalam upaya untuk menangkap pangsa volume di tengah permintaan yang lemah," lanjutnya, seraya menambahkan bahwa sebagai akibatnya, pangsa perangkat kelas menengah pun ikut tertantang.

Secara angka, Samsung menduduki posisi pertama dengan pangsa pengiriman sebesar 18,9 persen pada kuartal kedua, diikuti oleh Apple dengan pangsa 15,8 persen dan Xiaomi dengan 14,8 persen.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya