Berita

Partai Golkar/RMOLNetwork

Publika

Menjelang Munas Golkar: Siapa Calon Kuat jadi Ketum?

SENIN, 15 JULI 2024 | 20:14 WIB | OLEH: ZAINAL BINTANG

MENJELANG pelaksanaan Munas (Musyawarah Nasional) VIII Partai Golkar yang akan berlangsung Desember 2024, bursa calon ketua umum sudah mulai memanas dan bergulir di tengah masyarakat.

Setidaknya ada tiga nama kader kuat yang menonjol menjadi perbincangan. Baik di kalangan internal keluarga besar Golkar, maupun dari pihak eksternal.

Sesuai informasi yang berhasil dihimpun, nama-nama yang beredar yang disebut sebagai figur calon ketua umum yang dianggap kuat dan berpeluang menjadi Ketua Umum.


Masing-masing, Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, yang kini sedang menjabat sebagai ketua umum hasil Munas 2018. Dia diketahui berbasis salah satu ormas pendiri Golkar atau rumpun Tri Karya, yakni dari unsur Kosgoro 1957.

Ada juga nama Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet, yang kini adalah Ketua MPR RI, diketahui basisnya di ormas SOKSI, kini sebagai Wakil Ketua Umum Golkar.

Figur yang ketiga didukung Ormas MKGR adalah Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Umum Ormas MKGR. Agus Gumiwang adalah Menteri Perindustrian saat ini.

Yang terang-terangan akan maju bertarung adalah Bamsoet. Dia menyatakan dirinya siap maju menjadi ketua umum dan masuk arena kontestasi Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang rencananya digelar pada Desember 2024.

Menurut Bamsoet, dia tidak sempat masuk gelanggang demi menjaga keutuhan Partai Golkar pada Munas sebelumnya. Sehingga, memberikan jalan kepada Airlangga Hartarto untuk kembali memimpin Partai Golkar.

"Jadi bukan merebut, saya masuk gelanggang untuk bertarung menjadi Golkar satu," kata Bamsoet dalam keterangan tertulis resmi di Jakarta, yang disiarkan berbagai media nasional, awal Juli.

Oleh karena itu, Bamsoet berharap proses pencalonan ketua umum dihelat secara terbuka pada saat munas mendatang, sehingga kader yang merasa dirinya pantas bisa ikut berlaga.

"Untuk kali ini, kami berharap gelanggang dibuka sehingga terjadi proses pergantian kepemimpinan secara demokratis,” kata Ketua MPR RI ini.

Dari berbagai kalangan, diperoleh beberapa tanggapan yang positif, terkait tekadnya menjadi orang nomor satu di Golkar. Bamsoet, yang juga dikenal sebagai penggemar olah raga sepeda motor, dan mengantarnya kini menduduki jabatan sebagai Ketua Umum IMI (Ikatan Motor Indonesia). Selain dikenal sebagai politisi papan atas Indonesia, dia juga menyandang berbagai gelar sarjana, berkat ketekunan menimba ilmu di berbagai lembaga pendidikan.

Bamsoet juga banyak didaulat menjadi pembina berbagai ormas (organisasi kemasyarakatan). Hal itu tidak membuatnya menjadi lelah. Bahkan terlihat semakin bersemangat. Dia menganggap itu bentuk amanah yang harus dijaganya.

Berdasarkan berbagai jejak kinerja dari tiga figur caketum Golkar tersebut di atas, kesiapan diri mental dan jasmani Bamsoet terlihat lebih moncer. Menelusuri jejak kariernya sebagai politisi, boleh dikata sangat lengkap dan berwarna-warni.

Pria kelahiran Jakarta 10 September 1962 di Jakarta, adalah seorang politikus dan pengusaha Indonesia yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Posisi Airlangga Hartarto sebagai petahana yang sudah menjabat sejak 2017, telah mendorong munculnya wacana dalam keluarga besar partai berlambang beringin lebat, untuk melakukan refreshing (penyegaran) pemimpin. Sedangkan keberadaan Agus Gumiwang Kartasasmita terlihat masih adem-adem saja.

Jika merujuk kepada kebutuhan seorang pemimpin partai politik besar kekinian, nama besar saja tidak cukup. Hampir dipastikan masyarakat menghendaki figur pemimpin puncak itu sebaiknya yang multi talenta. Kreatif, peduli, kerakyatan dan banyak menyapa rakyat di segala lapisan.

Bertolak dari pendekatan dan tuntutan yang demikian, maka hampir dapat dipastikan figur Bamsoet sangat memenuhi kriteria itu. Kepemimpinan Airlangga Hartarto dinilai monoton dan kurang kreatif. Tidak pernah membuat suatu gebrakan yang massif, yang membuat Golkar semakin kokoh. Itu dirasakan sebagian besar kader Golkar dari berbagai daerah menanggapi kepemimpinan Airlangga Hartarto.

Namun terhadap Agus Gumiwang, menurut kader Golkar daerah, juga belum terlihat ada sesuatu gebrakan atau manuver program kejutan, yang membuatnya sebagai figur pemimpin yang kuat.

Siapa yang akan terpilih nanti menjadi “punggawa” Golkar tentunya ditentukan oleh peserta di Munas sebagai forum resmi terjadinya proses pergantian ketua umum setiap lima tahun?

Jika ditanyakan siapa yang berpeluang besar, nama Bamsoet yang berpeluang dan memenuhi syarat.

Berdasarkan situasi dan kondisi tersebut di atas, dapat dipastikan keputusan Bamsoet menyatakan diri dengan tegas, kepingin maju dalam kontestasi pemilihan ketua umum pada munas yang akan datang, merupakan sebuah terobosan dan lompatan ke depan yang menarik perhatian keluarga besar Golkar.

Soalnya saat ini mereka – para kader Golkar itu – masih bertanya-tanya, siapa kelak yang pantas dan wajar, yang akan mereka daulat menjadi pemimpin tertinggi parpol berlambang pohon beringin lebat itu.

Figur pemimpin yang dibutuhkan, yang diyakini dapat membawa Partai Golkar senantiasa eksis di segala cuaca. Apalagi menghadapi dinamika politik Indonesia yang terus bergejolak dari waktu ke waktu.

Keluarga besar Golkar dan masyarakat Indonesia pada umumnya sangat berharap Partai Golkar dapat memilih figur pemimpin yang dapat membawa Golkar dan bangsa Indonesia lebih maju dan lebih diperhitungkan oleh bangsa lain di dunia internasional.

Sebuah sumber menyebutkan, pihak Bamsoet terlihat memang sudah sangat siap untuk memasuki gelanggang Munas yang akan datang. Mereka bahkan mengusung motto: Vini, Vidi, Vici (Aku Datang, Aku Lihat dan Aku Menang). Seperti kata Julius Caesar, Kaisar Romawi ratusan tahun yang lalu. Luar biasa!

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Presiden Prabowo Disarankan Tak Gandeng Gibran di Pilpres 2029

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:52

Prabowo Ajak Taipan Bersatu dalam Semangat Indonesia Incorporated

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:51

KPK Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Mantan Menag Yaqut Cholil

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:44

Perluasan Transjabodetabek ke Soetta Harus Berbasis Integrasi

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:38

Persoalan Utama Polri Bukan Kelembagaan, tapi Perilaku dan Moral Aparat

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:18

Pemerintah Disarankan Pertimbangkan Ulang Pengiriman Prajurit TNI ke Gaza

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:00

Menkop Ajak Polri Ikut Sukseskan Kopdes Merah Putih

Rabu, 11 Februari 2026 | 12:01

Iran Sebut AS Tak Layak Pimpin Inisiatif Perdamaian Gaza

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:53

MUI Tegaskan Tak Pernah Ajukan Permintaan Gedung ke Pemerintah

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:43

Menkes Akui Belum Tahu Batas Penghasilan Desil Penerima BPJS

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:32

Selengkapnya