Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Defisit Anggaran AS Turun 71 Persen jadi Rp1.060 Triliun pada Juni 2024

JUMAT, 12 JULI 2024 | 17:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mencatat defisit anggaran sebesar 66 miliar Dolar AS atau sekitar Rp1.060 triliun pada Juni 2024.

Defisit ini tercatat berkurang 71 persen dibandingkan defisit pada Mei 2024 sebesar 347 miliar Dolar AS (Rp5.578 triliun).

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (12/7), penurunan defisit yang drastis ini terjadi karena adanya pergeseran waktu pembayaran tunjangan dari Juni ke bulan sebelumnya, yaitu Mei.


"Jika tidak ada pergeseran waktu pembayaran tunjangan, Departemen Keuangan AS mengatakan defisit anggaran pada Juni 2024 seharusnya mencapai 159 miliar Dolar AS," tulis Reuters dalam laporannya.

Sementara itu pada Juni 2024, penerimaan negara Paman Sam itu tercatat sebesar 466 miliar Dolar AS (Rp7.491 triliun) atau naik 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan pengeluaran bulan lalu terpantau turun 18 persen menjadi 532 miliar Dolar AS (Rp8.553 triliun), sehingga defisit periode tersebut tercatat hanya 66 miliar Dolar AS.

Adapun sembilan bulan pertama tahun fiskal 2024, defisit AS tercatat turun 9 persen menjadi 1,268 triliun Dolar AS dari 1,393 triliun Dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penerimaan tahun ini naik 10 persen menjadi 3,754 triliun Dolar AS, sementara pengeluaran naik 5 persen menjadi 5,022 triliun Dolar AS.

Dana Moneter Internasional (IMF) dan lembaga keuangan internasional lainnya sebelumnya telah berulang kali mendorong AS untuk menstabilkan defisit anggarannya, dan memperingatkan tingkat utang pemerintah AS semakin tidak terkendali.

“Saat ini defisit fiskal terlalu tinggi, dan inilah saatnya, terutama ketika perekonomian sedang kuat untuk mengambil tindakan agar rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) berada pada jalur penurunan yang signifikan," kata juru bicara IMF, Julie Kozack.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya